Barcelona: Neymar Terlalu Kurus

- 20 Juni 2013 08:31 wib
REUTERS/Ueslei Marcelino/bo
REUTERS/Ueslei Marcelino/bo

Metrotvnews.com, Barcelona: Penyerang Brasil Neymar dianggap terlalu kurus dan harus sedikit membesarkan tubuhnya untuk bermain di Liga Spanyol. Hal itu dikatakan klub baru Neymar, Barcelona pada Rabu (19/6).

Striker berusia 21 tahun itu memiliki tinggi badan 1,74 meter dan berat badan 64,5 kilogram. Dia telah menandatangani kontrak selama lima tahun dengan Blaugrana dengan nilai transfer 57 juta euro.

Setelah memperkuat Brasil di tanah kelahirannya di Piala Konfederasi, ia kemungkinan akan melakukan debutnya untuk Barca pada pertandingan persahabatan di Gdansk, Polandia, bulan depan.

"Kami memeriksa dia dengan sangat singkat dan beratnya merupakan salah satu yang mengkhawatirkan," kata dokter Barcelona Ricard Pruna.

"Kesan pertama adalah bahwa beratnya yakni 64,5 kilogram berada di bawah standar dan mungkin ia kekurangan beberapa kilo namun saya tidak dapat mengatakan berapa banyak," tambahnya.

"Ketika musim berjalan kami akan mengetahui lebih banyak tentang sang pemain dan kami secara konstan mengumpulkan informasi. Melalui cara itu kami dapat menentukan berat idealnya."

Neymar bukanlah pemain pertama Barcelona yang dinilai terlalu ringan. Klub mengeluarkan banyak uang untuk penyerang Argentina mereka Lionel Messi, yang menjadi pemain terbaik dunia sebanyak empat kali, untuk mendapatkan perawatan agar mempercepat pertumbuhannya saat ia masih remaja.

Pruna juga mengatakan bahwa operasi untuk menghilangkan kista dari lutut kapten Carles Puyol pada Rabu (19/6) berlangsung sukses. Bek tengah itu semestinya dapat siap untuk memulai latihan pramusim bersama rekan-rekan setimnya pada pertengahan Juli. (Ant)

()

SPANYOL
ITALIA
CHAMPIONS

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla