Apindo Sayangkan BUMN yang Bertransaksi Gunakan Valas

Eko Nordiansyah    •    27 Agustus 2015 08:54 WIB
bumn
Apindo Sayangkan BUMN yang Bertransaksi Gunakan Valas
Ilustrasi mata uang rupiah -- FOTO: REUTERS/Beawiharta

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah mewajibkan seluruh transaksi di dalam negeri agar menggunakan mata uang rupiah. Hal ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan ekonomi dengan valuta asing (valas) khususnya dolar Amerika Serikat.

Namun demikian, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) justru menyayangkan banyaknya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih menggunakan valas untuk bertransaksi, ketimbang bertransaksi di dalam negeri.

"Yang saya tahu, Pelindo masih pakai USD. Pertamina saya tidak tahu apakah avtur Pertamina pakai USD juga atau tidak, yang bandel itu justru BUMN," ketus Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani, dalam sebuah diskusi di Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015) malam.

Dengan pelemahan rupiah yang sudah menyetuh level Rp14.000 per USD, kewajiban penggunaan rupiah sangat mempengaruhi sentimen terhadap mata uang tersebut. Sehingga, dirinya meminta pemerintah untuk berkoordinasi untuk memperbaiki kondisi yang semakin memburuk tersebut.

"Pemerintah perlu memperbaiki kedisiplinan koordinasi dengan otoritas moneter, yaitu Bank Indonesia. Selain itu, pemerintah juga harus menahan laju penurunan ekonomi, salah satunya dengan mempercepat penyerapan anggaran belanja negara," jelas dia.

Padahal, bagi pengusaha, kondisi saat ini mengharuskan mereka mengambil keputuskan dari pilihan yang sulit. "Memang pilihan yang sulit melakukan efisiensi. Pilihannya menaikkan harga jual atau ada efisiensi di biaya lain salah satunya di pos tenaga kerja," pungkasnya.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /