Semen Padang Hadapi East Bengal di Perempat Final Piala AFC

- 20 Juni 2013 16:49 wib
ANTARA/M Risyal Hidayat/cs
ANTARA/M Risyal Hidayat/cs

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Peluang Semen Padang untuk lolos ke semi final Piala AFC 2013 sangat terbuka setelah melihat calon lawan yang akan dihadapi pada babak perempat final.

Dalam drawing di markas Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/6), Semen Padang akan menghadapi East Bengal.

Tim asal India itu akan menjadi tuan rumah lebih dulu pada 17 September di Stadion Vivekananda Yuba Bharati Krirangan, Kalkuta, India.

Setelah itu giliran Kabau Sirah menjadi tuan rumah di Stadion Haji Agus Salim.

East Bengal lolos ke perempat final setelah mengalahkan klub asal Myanmar, Yangoon United, dengan skor telak 5-1. Yangoon United kini dilatih mantan pelatih timnas Indonesia Ivan Venkov Kolev.

East Bengal lolos ke AFC Cup dengan status runner up di I-League (Liga India) musim 2011/2012.

Di fase grup, East Bengal belum pernah terkalahkan dan lolos ke babak 16 besar dengan status pemuncak klasemen.

Adapun Semen Padang lolos ke fase 8 besar setelah menundukkan klub asal Vietnam, SHB Da Nang.

Pelatih Semen Padang Jafri Sastra berharap pemain bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai juara Indonesian Premier League (IPL).

"Kami juga berharap suporter datang ke stadion dan bisa menjadi pemain ke-12 bagi kami," kata Jafri.

"Kami tahu East Bengal adalah tim yang kuat. Namun, kami memiliki kesempatan bermain di kandang. Saya pikir para pemain akan menunjukkan semangat yang lebih besar karena itu," imbuhnya.

Kapten Ellie Aiboy pun optimistis Semen Padang bisa mengalahkan calon lawannya itu. Selain karena sedang dalam performa terbaik, Semen Padang juga memiliki banyak pemain berpengalaman. (Maggie Nuansa Mahardika)

Hasil drawing perempat final Piala AFC:

Al Qudsia FC (Kuwait) vs Al Shorta (Syria)
Kitchee FC (Hong Kong) vs Al Faisaly (Yordania)
New Radiant (Maladewa) vs Kuwait SC (Kuwait)
East Bengal (India) vs Semen Padang FC (Indonesia)

()

INGGRIS
SPANYOL
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.