Perlu Negarawan untuk Selamatkan Generasi Muda dari Rokok

Antara    •    27 Agustus 2015 15:23 WIB
rokok
Perlu Negarawan untuk Selamatkan Generasi Muda dari Rokok
Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Aksi Bersama FCTC Lindungi Anak melakukan aksi simpatik di depan Istana Negara, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (23/8/2015). Foto: Teresia May/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Jakarta Abdillah Ahsan mengatakan generasi muda harus dijaga untuk tidak merokok karena merupakan investasi sumber daya manusia di masa depan.

"Investasi sumber daya manusia itu jangka panjang. Mungkin baru akan dipanen 10 tahun lagi. Itu berarti melebihi periode pemerintahan yang hanya lima tahun," kata Abdillah Ahsan dalam sebuah lokakarya di Jakarta, Kamis (27/8/2015), seperti ditulis Antara.

Karena itu, Abdillah mendorong pemerintah segera mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu untuk melindungi generasi muda supaya tidak menjadi perokok pemula.

"Kita perlu seorang negarawan yang berpikir panjang, tidak hanya memikirkan periode pemerintahannya saja. Kalau hanya seorang politikus, pasti hanya berpikir untuk mengamankan periode pemerintahannya saja," tuturnya.

Abdillah mengatakan menjaga generasi muda dari adiksi tembakau merupakan bentuk dari investasi sumber daya manusia yang baru akan dirasakan manfaatnya 10 tahun atau 20 tahun lagi.

Karena itu, melindungi generasi muda saat ini dari adiksi rokok mungkin tidak akan langsung dirasakan manfaatnya oleh pemerintahan saat ini, tetapi oleh pemerintahan di masa depan. Apalagi, pada 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

"Bayangkan kalau anak-anak usia 15 sampai 19 tahun saat ini sudah mulai merokok. Kelak mereka masuk ke dunia kerja sudah kecanduan rokok dan panen penyakit yang disebabkan oleh rokok. Tentu produktivitas kerja mereka akan menurun," katanya.

Abdillah Ahsan menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya "Penurunan Konsumsi Rokok sebagai Upaya Peningkatan Pembangunan SDM" yang diadakan Lembaga Demografi FEB UI.

Selain Abdillah, pembicara lainnya adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena, Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi Subdit Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Tiffany Tiara Pakasi dan peneliti Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Rahma Indira Wardani.



(KRI)

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli
Jelang Manchester City vs Napoli

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli

5 minutes Ago

City dan Napoli sedang berada dalam tren positif. Mereka sama-sama menuai kemenangan dalam enam…

BERITA LAINNYA
Video /