Menko Perekonomian Kalibrasi Data Kebutuhan Pangan Nasional

Husen Miftahudin    •    28 Agustus 2015 07:34 WIB
pangan
Menko Perekonomian Kalibrasi Data Kebutuhan Pangan Nasional
Menko Perekonomian Darmin Nasution -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui perbedaan data yang dimiliki setiap lembaga dan kementerian membuat pemerintah sulit menentukan impor pangan. Jika melakukan impor tanpa mengetahui kebutuhan data pangan secara nasional, dikhawatirkan ada oknum nakal yang bermain harga di pasaran.

Melihat kondisi tersebut, dirinya memanggil menteri dan pejabat kementerian dan lembaga terkait untuk mengkalibrasi (mengakuratkan) data pangan secara nasional. Hal tersebut agar pemerintah dapat mengetahui secara pasti kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, sehingga jika produksi pangan mengalami penurunan, maka akan dilakukan impor sesuai kebutuhan yang ada.

"Tadi kita rapat terakhir rakor (rapat koordinasi) dengan Kemendag, Kementan, Bappenas, BPS ini adalah bagian dari proses mengakuratkan data, kalibrasi data," ujar Darmin ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2015) malam.

Dalam rapat tersebut, aku dia, lebih membahas tentang pengkalibrasian data kebutuhan sapi secara nasional. Ini sebagai langkah pemerintah untuk mengetahui data kebutuhan sapi nasional secara pasti sehingga jika terdapat kekurangan pasokan di dalam negeri, maka pemerintah dapat dengan segera mengambil tindakan untuk melakukan impor sapi sesuai kebutuhan.

"Yang kita bahas daging sapi. Mungkin angkanya belum final juga, perlu satu rapat teknis dan rapat tingkat menteri," pungkas Darmin.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga daging sapi di dalam negeri sempat melonjak ke angka Rp130 ribu per kilogram (kg) dari harga normal Rp90 ribu-Rp100 ribu per kg. Kosongnya pasokan sapi nasional ke Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi penyebab harga daging sapi melonjak secara drastis.

Kondisi tersebut membuat pemerintah mengambil tindakan cepat dengan mengimpor sapi siap potong sebanyak 50 ribu ekor. Padahal sebenarnya, stok sapi yang ada di feedloter masih mampu mencukupi kebutuhan sapi secara nasional.

Mengamati dasar tersebut, pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan kalibrasi data kebutuhan pangan secara nasional. Hal ini dilakukan agar tak ada oknum nakal yang memainkan harga pangan sehingga harga pangan nasional tetap stabil.


(AHL)


Video /