Kim Jong-Un Dukung Kesepakatan Damai dengan Korsel

Fajar Nugraha    •    28 Agustus 2015 09:25 WIB
kim jong-un
Kim Jong-Un Dukung Kesepakatan Damai dengan Korsel

Metrotvnews.com, Seoul: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menyebut perjanjian damai dengan pihak Korea Selatan (Korsel) sebagai tahap untuk meredakan ketegangan militer.

Bagi pemimpin muda Korut itu, apa yang diraih oleh dua negara rival itu pada Selasa (25/8/2015), merupakan jalan meredakan ketegangan militer sekaligus meningkatkan hubungan. Menurut Kim Jong-Un perdamaian ini adalah bentuk kekuatan dari militer mereka.

Korut dan Korsel sepakat untuk menghentikan saling ancam perang yang memicu saling tembak artileri. Akibat ancaman perang itu, dalam sekejap kedua negara langsung menyiagakan militer mereka di perbatasan.

Namun kini kedua belah pihak sepakat untuk membuka peluang dialog demi membahas berbagai isu dengan tujuan meningkatkan hubungan. Hal ini membuka peluang kemungkinan pembicaraan yang sudah terputus sejak 2010.

"Kesepakatan bersama yang betujuan untuk meredakan ketegangan milter, membuka peluang meredakan merusak hubungan antar Korea," sebut kantor berita KCNA mengutip Kim Jong-Un, seperti dikutip Reuters, Jumat (28/8/2015).

Kim menyebut kesepakatan itu sebagai "imbas dari kekuatan militer dengan kemampuan nuklir untuk mempertahankan diri".

Kesepakatan damai yang diraih tentunya mengakhiri ancaman perang dari kedua negara. Berdasarkan kesepakatan damai usai negosiasi yang berlangsung selama dua hari, Korut menyampaikan penyesalan atas prajurit Korsel yang terluka akibat terkena ranjau darat. Korsel sendiri bersedia untuk menghentikan penyiaran propaganda anti-Korut.

Penasihat keamanan Presiden Korsel Park Geun Hye, Kim Kwan-Jin menyebutkan, sangat berarti bahwa dalam pertemuan ini Korut meminta maaf atas provokasi ranjau darat dan berjanji untuk bekerja sama peristiwa itu kembali terulang. Mereka juga berjanji untuk meredakan ketegangan.

Sebelumnya, Korut membantah menyebarkan ranjau darat tersebut. Mereka bahkan secara tidak eksplisit bertanggungjawab. Pembicaraan maraton di Desa Panmunjom di dalam wilayah Zona Demiliterisasi (DMZ), dimulai sejak Sabtu (23/8/2015).


(FJR)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

4 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /