Modus Sindikat Nigeria Selundupkan Sabu dari Guangzhou ke Jakarta

Deny Irwanto    •    28 Agustus 2015 14:49 WIB
sabu
Modus Sindikat Nigeria Selundupkan Sabu dari Guangzhou ke Jakarta
BNN menyita 20,88 kilogram sabu yang dikemas di dalam 19 paket alat pijat dan menangkap dua WNA asal Nigeria dan tiga WNI sebagai kurir, Jumat 12 Juni 2015. Antara Foto/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional menggagalkan upaya sindikat warga Nigeria menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Barang terlarang tersebut dikirim dari Guangzhou ke Jakarta dengan dimasukkan ke mesin alat pijat, tas perempuan, mesin sepeda motor, mesin printer, dan mesin genset.

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, sabu yang dimasukan ke satu mesin sepeda motor sebanyak dua kilogram sampai 2,5 kilogram. BNN menyita 50 mesin sepeda motor berisi sabu.

"Yang di dalam mesin printer beratnya masing-masing sekitar tiga ons. Ada 12 printer yang disita. Untuk yang dialat pijat sekitar satu kilogram dimasing-masing alat pijat," kata Slamet saat jumpa pers di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/8/2015).

Sindikat Nigeria juga memasukkan sabu seberat 500 gram hingga 600 gram.  Kemudian, untuk di mesin genset ada satu kilogram sabu. "Masih ada modus lain sebenarnya, tapi belum bisa di publish sekarang. Nanti kalau sudah ketangkap baru bisa dipublish," ujar Slamet.

(Klik: 7 Perempuan Indonesia Jadi Kurir Sabu Sindikat Nigeria)

Slamet mengatakan, pihaknya mengungkap 14 kasus narkoba jaringan Nigeria selama Juni hinga Agustus 2015. 23 tersangka ditangkap, terdiri dari lima warga negara Nigeria dan 18 warga negara Indonesia. Dari 18 warga Indonesia, tujuh di antaranya adalah perempuan yang berperan sebagai kurir.

Total barang bukti yang disita BNN yaitu sabu seberat 103.816,4 gram.

(Klik: BNN: Sindikat Narkoba Nigeria Kembali Eksis)

Bukan kali ini warga Nigeria ditangkap karena menyelundupkan sabu ke Indonesia.


Uzoma Elele Alpha. Foto: MI/Bary Fathahilah

Mei 2015, Kejaksaan Negeri Depok menuntut warga Nigeria, Uzoma Elele Alpha dengan hukuman mati. Tetapi hakim Pengadilan Negeri Depok memvonis Uzoma seumur hidup. Uzoma dibekuk Tim Penindakan Orang Asing yang terdiri dari Imigrasi dan BNN Kota Depok pada16 September 2014.

Dari tangan pria berkulit hitam ini, petugas menemukan sabu seberat tujuh kilogram dan ganja 301,1 gram yang disimpan di perangkat kamera CCTV dan kereta bayi.


(TRK)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /