Tumpukan Tulang Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat Trigana

Ricardo Hutahaean    •    30 Agustus 2015 14:24 WIB
trigana air jatuh di papua
Tumpukan Tulang Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat Trigana
Korban jatuhnya pesawat Trigana Air. Foto: Antara/Andhika Wahyu

Metrotvnews.com, Pegunungan Bintang: Jasad korban jatuhnya pesawat Trigana Air ternyata belum semuanya terevakuasi. Fakta ini ditemukan setelah warga menemukan sejumlah jasad yang sebagian terbakar, ketika akan melakukan ritual adat di lokasi kejadian, di Distrik Oksop, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Kemarin pagi, pukul 09.00 WIT, 54 warga Oksibil yang dipimpin Ketua Dewan Adat Aplim Aplom, Marsel Sasaka, bergerak ke lokasi untuk melakukan ritual adat dan mencari bagian tubuh korban yang diperkirakan masih berada di TKP," kata Kepala Bidang Humas, Polda Papua, Patrick Renwarin, Minggu (30/8/2015).

Rombongan berangkat menuju Distrik Serambakon menggunakan dua truk, kemudian berjalan kaki menuju Distrik Oksop, lokasi jatuhnya pesawat. Mereka baru tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIT. Tak berselang lama sejumlah potongan tubuh korban ditemukan.

Bahkan, satu jam di lokasi, rombongan menemukan setumpuk potongan tulang manusia dengan kondisi separuh terbakar. Setelah mengumpulkan potongan tulang tersebut,  Marsel memimpin rombongan meninggalkan TKP dengan membawa potongan tulang itu.

Pukul 17.30 WIT, Marsel dan rombongan tiba di ujung jalan masuk menuju Distrik Okbape/Seram. Kasat Reskrim Res PB, Polres Pegunungan Bintang, Iptu Aris Patandung, diberitahu mengenai temuan itu. "Potongan tubuh itu kemudian dibawa ke RS Oksibil," kata Patrick.

Sementara itu, Marsel mengatakan kedatangannya bersama rombongan ke lokasi jatuhnya Trigana Air adalah untuk melaksanakan ritual adat.

"Karena saya sebagai Ketua Dewan Adat Aplim Aplom, dianggap punya wewenang terhadap daerah tempat jatuhnya Pesawat Trigana Air itu," kata Marsel.

Pesawat Trigana Air berjenis ATR-42 dengan nomor penerbangan IL-267 jurusan Jayapura-Oksibil hilang kontak pada 16 Agustus pukul 14.55 WIT. Pesawat ditemukan menabrak gunung keesokan harinya. Sebanyak 54 awak dan penumpang tewas.


(UWA)


Video /