Ibu-ibu di Batam Resah Menjamurnya Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Hendri Kremer    •    30 Agustus 2015 15:55 WIB
prostitusi
Ibu-ibu di Batam Resah Menjamurnya Prostitusi Berkedok Panti Pijat
Ilustrasi panti pijat. Foto: Antara/Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Batam: Ibu-ibu resah dengan banyaknya prostitusi berkedok panti pijat yang menjamur di Kota Batam, Kepulauan Riau. Forum Komunikasi Putra-Putri Batam (FKPPB) mencatat ada sebanyak 600 panti pijat yang menyediakan jasa prostitusi.

"Ada yang buka di dekat perumahan masyarakat. Jelas saja ibu-ibu khawatir. Sebab, suami mereka kerap tidak ada di rumah dan baru pulang larut malam. Ini masalah sosial yang serius yang harus segera diatasi," kata Sekretaris FKPPB, Irawan, Minggu (30/8/2015).‎

FKPPB hanya menghitung panti pijat yang ada di kawasan Batuaji. Jika seluruh Batam, Irawan memastikan ada ribuan panti pijat yang menyediakan prostitusi. Dia mengaku heran Dinas Pariwisata Kota Batam memberikan izin usaha tersebut tanpa menyeseleksinya.

Dia mencontohkan, praktik prostitusi berkedok panti pijat mudah ditemukan di kawasan Tanjunguncang. Bukan rahasia lagi jika di deretan rumah toko di sana dikenal sebagai salah satu sarang prostitusi.

Hal tersebut diakui Ratna, 45, salah seorang ibu rumah tangga di perumahan Aviari, Batuaji. Sejak ada panti pijat di kawasan dekat perumahannya, suaminya jarang pulang ke rumah.

"Bukan hanya saya, ibu-ibu lainnya juga resah. Informasi yang kami terima, panti pijat tersebut merupakan pecahan dari lokalisasi Dolly di Surabaya," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri tak bisa dihubungi ketika Media Indonesia menghubungi.

Pantauan di kawasan Nagoya, Batam, di depan panti pijat sengaja dibuka restoran makan. Hal ini dilakukan sebagai kamuflase saja. Karena di dalamnya kita bisa melihat puluhan wanita dengan pakaian seksi menjajakan tubuh.

"Kalau pijat Rp70 ribu, tapi kalau mau booking Rp800 ribu. Soal keamanan jangan khawatir, kita dibekingi aparat keamanan. Jadi aman," kata salah seorang pengelola salah satu panti pijat.


(UWA)


Video /