Wall Street Bukukan Bulan Terburuk Sejak 2012

Ade Hapsari Lestarini    •    01 September 2015 08:12 WIB
wall street
Wall Street Bukukan Bulan Terburuk Sejak 2012
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street -- FOTO: Reuters/Brendan McDermid

Metrotvnews.com, New York: Bursa saham Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat. Bahkan, Wall Street menutup Agustus sebagai perdagangan terburuk sejak 2012 silam.

Hal ini terjadi setelah komentar dari seorang pejabat senior Federal Reserve sehingga meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor terhadap kenaikan bunga Amerika Serikat (AS) pada September.

Reuters melansir, Selasa (1/9/2015), Wakil Ketua Fed Stanley Fischer sempat mengatakan jika inflasi AS kemungkinan akan rebound terhadap tekanan dari dolar, sehingga The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga secara bertahap.

Banyak analis mengambil komentar Fischer sebagai tanda bahwa Fed akan menaikkan suku pada September, dan bukan Desember. Hal ini mengguncang investor yang sudah gelisah setelah selama sepekan terkena turbulensi yang disebabkan oleh kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok.

Pernyataan Fischer pada konferensi perbankan sentral global di Jackson Hole, Wyoming menyarankan Fed tidak melihat penurunan pasar saham baru-baru dan kekhawatiran tentang Tiongkok sebagai alasan untuk menaikkan suku bunga.

Suku bunga The Fed mendekati nol selama satu dekade ini telah membantu kinerja pasar saham AS spektakuler, bagaikan banteng yang berlari kencang sejak krisis keuangan melanda negara itu.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,69 persen menjadi 16.528,03, indeks S & P 500 turun 0,84 persen menjadi 1.972,18, serta Nasdaq Composite melemah 1,07 persen menjadi 4.776,51.

Sembilan dari 10 sektor S & P terpantau lebih rendah, di mana indeks kesehatan melemah 1,85 persen. Sementara indeks energi S & P naik 1,05 persen dan meraup keuntungan selama empat hari terakhir dalam tujuh tahun, didorong oleh saham ConocoPhillips dan Phillips 66.

Di sisi lain, harga minyak mentah melonjak setelah data menunjukkan adanya penurunan produksi minyak AS secara mengejutkan dan OPEC siap berbicara dengan produsen lain tentang penurunan harga baru-baru ini.

Volume perdagangan terpantau lebih ringan dibandingkan beberapa hari terakhir. Sekitar 7,8 miliar lembar saham diperdagangkan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata dalam lima sesi terakhir sebesar 10,7 miliar lembar saham, demikian menurut BATS Global Markets.


(AHL)


Kapten Timnas U-22 Absen Hingga Piala AFF Berakhir
Piala AFF U-22 2019

Kapten Timnas U-22 Absen Hingga Piala AFF Berakhir

6 hours Ago

Syarif Alwi selaku dokter timnas U-22 menjelaskan, Andy Setyo menderita kompresi hernia sejak m…

BERITA LAINNYA
Video /