Usai Analisis Dokumen PT Pelindo II, Polisi Panggil Sejumlah Saksi

Ilham wibowo    •    01 September 2015 14:59 WIB
pelindo
Usai Analisis Dokumen PT Pelindo II, Polisi Panggil Sejumlah Saksi
Brigjen Pol Victor Simanjuntak. Foto: Githa Farahdina/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Simanjuntak mengatakan, pihaknya tengah menganalisis dokumen yang didapat dari penggeledahan di ruang kerja Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino. Setelah analisis rampung, polisi segera memanggil saksi yang dianggap terkait dan mengetahui kasus yang tengah diselidiki. 

Penggeledahan PT Pelindo II terkait dugaan korupsi pengadaan mobil crane. Itu juga ditegaskan Victor. "Bukan dwelling time, kita penggeledahan mobil crane," kata Victor saat ditemui di Gedung Pertamina Foundation, Jalan Sinabung II, Simprug, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2015). 

Menurut Victor, keterangan saksi nantinya dikembangkan untuk dapat dikerucutkan pada penetapan tersangka. "Hari ini atau besok akan periksa saksi-saksi setelah analisis dokumen yang ada sudah bisa didata. Ini yang akan dipanggil. Sebelum penggeledahan tujuh orang, hari ini enam," jelasnya.

"Kita belum akan memanggil indikasi tersangka. Nanti setelah pemeriksaan, dalami keterangan sesuaikan dokumen. Kita akan panggil sebagai saksi dulu baru dipangil tersangka. Tidak lama akan dilimpahkan," tambahnya.

Victor kembali menegaskan Dirut PT Pelindo II tetap akan diperiksa. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah nantinya ditetapkan sebagai tersangka atau hanya sebagai saksi.

"Akan diperiksa setelah saksi. Belum bisa kita pastikan (jadi tersangka)," ucap Viktor.

Penggeledahan PT Pelindo merupakan tindak lanjut penyelidikan kepolisian. Polisi mengklaim memiliki bukti kuat untuk meakukan penggeledahan guna mengembangkan kasus tindak pidana pencucian uang dalam pengadaan 10 unit mobile crane.

Kasus ini bermula dari laporan yang masuk ke Bareskrim Polri dengan nomor LP-A/1000/VIII/2015/Bareskrim tertanggal 27 Agustus 2015.

Pada 2012, Pelindo II membeli 10 mobile crane senilai Rp45 miliar untuk mendukung kegiatan operasional di delapan pelabuhan cabang Pelindo, yaitu di Bengkulu, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Pontianak, Jambi dan Cirebon. Namun, 10 mobile crane yang diterima Pelindo sejak 2013 belum bisa dioperasikan dan mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok. 


(KRI)

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan
Inter Milan 2017--2018

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan

2 hours Ago

Inter Milan secara resmi mengonfirmasi perekrutan Joao Cancelo dengan status pinjaman dari Vale…

BERITA LAINNYA
Video /