Besok, Ahok Laporkan Oknum PNS Dinas Kebersihan DKI ke Polisi

LB Ciputri Hutabarat    •    01 September 2015 23:18 WIB
ahok
Besok, Ahok Laporkan Oknum PNS Dinas Kebersihan DKI ke Polisi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) berjabat tangan dengan masyarakat saat menghadiri acara Lebaran Betawi 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (23/8). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahja Purnama akan melaporkan oknum PNS Dinas Kebersihan dan mandor ke pihak yang berwajib. Ahok menjelaskan, kedua oknum ini terlibat dalam pemotongan gaji Pekerja Harian Lepas (PHL) yang bekerja di Blora, Jakarta Pusat.

"Kita sudah dapat semua bukti termasuk pengakuan-pengakuan (PHL) mau kita laporkan ke polisi. Jadi saya pikir bukan cuma mandor tapi ada hubungannya dengan PNS," kata Ahok di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015) malam.

Ahok menduga, oknum PNS Dinas Kebersihan memanfaatkan pegawai non PNS (mandor) untuk menahan setiap buku tabungan dan kartu ATM para PHL. Parahnya, setiap gajian, mandor lah yang menarik uang para PHL.

"Bank DKI yang dulu juga konyol, jadi ATM enggak diserahkan sama yang kerja. PIN-nya sudah ditaruh di kartu ATM atas nama PHL. Jadi mandor tinggal tarik-tarik (uang gaji PHL dari ATM ) saja," cerita Ahok geram.

Setelah gaji PHL ditarik oleh mandor, uang tersebut dipotong sekitar Rp700 ribu, baru diserahkan sisanya kepada PHL. Tak hanya sampai disitu, Ahok juga megendus ada permainan kotor soal PHL fiktif yang namanya terdaftar namun tak bekerja.

"Terus banyak orang (PHL) fiktif, dikasih saja Rp200 ribu dan dia enggak kerja. Dan karena dapat Rp200 ribu sampai Rp500 ribu mereka enggak ribut, wong enggak kerja juga. Sisanya buat bagi-bagi di dalam," beber Ahok.

Tadi pagi, Ahok mengumumkan akan melaporkan aksi pecat memecatnya di Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Ahok bilang, dirinya mendapat laporan salah satu PNS DKI memotong gaji Pekerja Harian Lepas (PHL). Geram, Ahok melaporkan oknum tersebut kepada pihak berwajib.

"Saya laporkan oknum Dinas Kebersihan yang masih mungutin potong (gaji) pegawai harian lepas. Laporan ini akan diproses polisi karena kami sudah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya," akunya di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat.


(OGI)


Video /