ICW Minta Jokowi Coret Tiga Capim KPK

Yogi Bayu Aji    •    02 September 2015 08:37 WIB
capim kpk
 ICW Minta Jokowi Coret Tiga Capim KPK
Suasana wawancara capim KPK dengan Pansel. MI/Ramdani

Metrotvnews, Jakarta: Indonesia Corruption Watch meminta Presiden Joko Widodo mencoret tiga dari delapan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang diserahkan Panitia Seleksi. Ketiga nama tersebut dinilai tidak laik menjadi nahkoda baru lembaga antikorupsi.

"Lolosnya ketiga orang tersebut menurut kami karena Pansel Capim KPK belum melakukan pendalaman (elaborasi) secara komprehensif terhadap seluruh rekam jejak seluruh calon khususnya pada aspek integritas dan komitmen antikorupsi, dan eksistensi KPK di masa mendatang," kata Koordinator ICW Febri Hendri dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (2/9/2015). 

Dari delapan nama yang telah diloloskan Pansel, ICW menilai masih terdapat tiga calon yang tidak tepat karena integritas, komitmen antikorupsi, dan keberpihakannya terhadap eksistensi KPK masih dipertanyakan. "Alasan itu terutama berangkat dari hasil penelusuran (tracking) rekam jejak dan hasil wawancara yang diselenggarakan oleh Pansel KPK sendiri," jelas Febri.

ICW tak menyebut siapa capim yang mereka singgung. Namun mereka memiliki catatan terhadap pernyataan capim KPK selama wawancara di hadapan Pansel KPK yang dinilai berseberangan dengan semangat berdirinya lembaga antikorupsi. 

Ketiganya juga sudah ditelusuri rekam jejaknya oleh ICW. "Dua kandidat memiliki harta kekayaan yang janggal dan tidak benar. Satu kandidat memiliki rekam jejak mengeluarkan empat dissenting opinion terhadap perkara kasus korupsi dan pada intinya menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah. Keempat perkara tersebut akhirnya diputus bersalah oleh Mahkamah Agung," jelas Febri.

ICW, kata Febri, meminta Pansel KPK memberi klarifikasi kepada publik mengenai nama-nama yang sudah terpilih. hal ini terkait kriteria yang digunakan dan nilai akhir masing-masing capim KPK yang lolos dan yang tidak. 
 
Selain itu, ICW juga meminta Presiden Jokowi mencoret ketiga nama capim KPK yang dipertanyakan integritas, komitmen antikorupsi, dan keberpihakannya terhadap eksistensi KPK. "ICW akan segera mengirimkan Surat kepada Presiden Jokowi untuk tidak memilih tiga nama yang dinilai tidak layak memimpin KPK tersebut," pungkas Febri.

Selasa 1 September kemarin, Pansel KPK menyerahkan delapan nama capim ke Presiden Jokowi. Pansel membagi para calon yang lolos seleksi wawancara dalam empat kategori kompetensi, yakni pencegahan; penindakan; manajemen; serta supervisi, koordinasi, dan monitoring.

Kedelapan capim KPK tersebut adalah Staf ahli Kepala BIN Saut Situmorang dan pengacara publik Surya Tjandra (bidang pencegahan); Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat Alexander Marwata dan Widyaiswara Madya Sespimti Polri Brigjen (Pol) Basaria Panjaitan (bidang penindakan); Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Agus Rahardjo dan Direktur pada Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko (bidang manajemen); serta Pelaksana tugas pimpinan KPK, Johan Budi SP, dan akademisi Universitas Hasanuddin Laode Muhammad Syarif (Bidang supervisi, koordinasi, dan monitoring). 


(OGI)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

10 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /