Acara Kacau, Maradona dan Promotor saling Tuding

   •    30 Juni 2013 21:38 WIB
Acara Kacau, Maradona dan Promotor saling Tuding
Antara/Ismar Patrizki/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Batalnya Diego Armando Maradona menghadiri sejumlah acara dalam rangkaian turnya ke Indonesia, Sabtu (29/6) lalu tidak membuatnya menyesal dan meminta maaf terhadap publik yang telah dikecewakannya.

Justru, legenda sepak bola Argentina itu menuding panitia berbohong mengenai agenda kegiatan selama berada di Tanah Air. Pasalnya, Maradona mengaku sudah menjalankan semua kegiatan yang tertera dalam kontrak kerja yang ditandatangani dengan pihak promotor.

"Saya tidak tahu ada coaching clinic. Ada orang lain yang berbohong kepada mereka (anak-anak yang mengikuti coaching clinic) karena saya tidak pernah janji apa-apa," kata Maradona saat sesi jumpa pers di Jakarta, Minggu (30/6).

Pernyataan mantan mertua Sergio Aguero itu hendak menjawab karut-marutnya pelaksanaan kedatangan sang legenda di Tanah Air. Bahkan, Maradona pun terlambat setengah jam ke tempat konferensi pers karena mengaku ketiduran di hotelnya.

Namun berbeda dengan hari pertama saat ia kelihatan sangat bad mood, Maradona menyunggingkan banyak senyum di sesi temu wartawan itu. Ia pun meladeni semua pertanyaan meski pihak Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) selaku promotor membatasi pertanyaan wartawan.

Seusai konferensi pers, pria dengan melejit lewat 'gol tangan Tuhan' itu seharusnya menjadi pembicara dalam seminar sepak bola. Namun ia kembali memperlihatkan gestur tidak suka sehingga panitia membatalkan secara sepihak seminar tersebut.

Langkah itu pun mendapat kekecewaan dari peserta yang sudah hadir di ASEAN Room Hotel Sultan, Jakarta tersebut. Apalagi, beberapa di antara mereka juga ingin meminta pertanggungjawaban panitia soal batalnya coaching clinic dengan Maradona.

"Saya ingin meminta pertanggungjawaban Basri karena saya mewakili sekitar 200 orangtua dari anak-anak di Boca Juniors Indonesia (BJI) yang sudah membayar untuk coaching clinic karena beberapa ingin meminta uangnya kembali," ujar Direktur Sport dan Bisnis BJI Ida Ayu Tini Indrayani.

Ketua Basri Eddy Sofyan seperti mengelak menjawab soal karut-marutnya agenda Maradona. Saat ditanya di sesi konferensi pers, ia enggan menjawab. Pun ketika ditanyakan seusai itu, Eddy memilih untuk kabur bersama Maradona.

Hanya Kepala Bagian Humas Publikasi dan Dokumentasi Basri Budi Surdjono yang bersedia menjawab keluhan ini. Namun, dia pun menolak jika Basri dinyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekisruhan itu.

Ia hanya menyebut Maradona memang orang yang kerap berubah-ubah suasana hatinya. Meskipun mengakui adanya keterbatasan bahasa antara promotor dan humas Maradona, Budi menolak menyatakan pihak Maradona yang tidak profesional.

"Sebetulnya itu (coaching clinic) ada di dalam kontrak, tapi kemarin (Sabtu) suasana kisruh sekali sehingga Maradona tidak mau melakukan coaching clinic," elak Budi.

Meski Maradona batal melakukan berbagai kegiatannya tersebut, Basri tetap akan membayarnya penuh. Kabar yang beredar menyebut pihak promotor harus merogoh kocek hingga Rp12 miliar untuk mendatangkan pria yang pernah kecanduan narkoba tersebut. "Kami tetap akan bayar penuh. Kalau tidak, Maradona tidak mau datang ke sini dong," tutup Budi. (Asni Harismi)



Jelang Hadapi Liverpool, Pelatih Kecewa dengan Performa Roma
AS Roma vs Genoa

Jelang Hadapi Liverpool, Pelatih Kecewa dengan Performa Roma

2 days Ago

Eusebio kesal karena para pemain Roma kerap terlena saat sudah berada dalam posisi unggul.…

BERITA LAINNYA
Video /