Pemerintah Harus Pulihkan Daya Beli Masyarakat

Gervin Nathaniel Purba    •    02 September 2015 17:24 WIB
krisis moneter
Pemerintah Harus Pulihkan Daya Beli Masyarakat
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menegaskan pemerintah harus segera melakukan berbagai langkah konkrit, cepat, dan tepat untuk memitigasi potensi risiko krisis atau sense of crisis.

Menurutnya, paket stimulus yang akan diluncurkan pemerintah harus terintegrasi dan terpadu baik dari sektor moneter, fiskal, dan sektor riil. Yang terpenting utamanya harus dapat mencapai dua hal, yaitu pemulihan daya beli masyarakat dan mendorong bergeraknya sektor riil.

Dalam pemulihan daya beli masyarakat, Pemerintah harus menyiapkan skema social safety net yang komprehensif. Hal ini untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi secara cepat.

"Terutama jika negara maju kembali melakukan kebijakan-kebijakan yang dapat mengguncang perekonomian global," ujar Enny Sri Hartati saat ditemui di Kantor INDEF, Jalan Batu Merah No. 45, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Selain itu, pemerintah harus mengoptimalisasi program jaminan sosial yang tepat sasaran. Karena yang mengalami penurunan daya beli terparah adalah kelompok menengah bawah. Kemudian, dia meminta pemerintah untuk menurunkan tingkat pajak PPH.

"Relaksasi perpajakan. Utamanya untuk mendorong daya beli masyarakat melalui penurunan tingkat pajak PPH," ungkap Enny.

Sedangkan untuk mendorong bergeraknya sektor riil, dirinya meminta Pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur dasar. Terutama penyediaan listrik dan sarana transportasi.

"Lalu meningkatkan iklim investasi melalui debirokratisasi perizinan, seperti memberikan kemudahan dan percepatan pelayanan perizinan investasi. Dan memberikan insentif fiskal melalui tax holiday dan tax allowance," katanya.


(AHL)