RI Belum Alami Krisis Ekonomi

Suci Sedya Utami    •    02 September 2015 19:27 WIB
ekonomi indonesia
RI Belum Alami Krisis Ekonomi
Ilustrasi. ANT/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta:  Ekonom UGM Tony Prasetiantono menilai saat ini Indonesia tidaklah masuk tahap krisis ekonomi seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

"Kalau bicara potensi (krisis) selalu ada ya. Cuma kalau melihat indikator sekarang kayaknya enggak ya, masih belum," kata Tony di komplek perkantoran BI, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2015).

Meski diakui mengalami perlambatan yang cukup lumayan, namun hal tersebut adalah imbas dari ekonomi Tiongkok yang pertumbuhannya menurun. Tiongkok sebelum-sebelumnya bisa tumbuh 13 persen, tahun ini di bawah tujuh persen atau setengahnya.

"Jadi Indonesia tumbuh 4,7-4,8 tahun ini, tahun depan kondisinya masih sama, cukup wajar, proporsional lah," ujar dia.
 
Namun Indonesia perlu waspada, karena nilai tukar rupiah yang sudah tembus Rp14.000 per USD membuat masyarakat takut. Menurutnya, kurs rupiah harus dikembalikan pada level yang masuk akal antara Rp12.500-Rp13.000 per USD.

"Rupiah seharusnya kembali ke level yang lebih masuk akal yakni Rp13.000 atau syukur-syukur Rp12.500. Jadi sekarang hanya faktor kepanikan, saya lihat sudah mulai berada di titik jenuh," kata dia.

Ia pun telah berbicara dengan Presiden Jokowi mengenai analisinya itu bahwa nanti akan ada kondisi rebound. Jadi Ia meminta jangan berfikir nantinya malah akan makin menjauh ke posisi Rp15.000, Rp17.000 per USD. “Kurs tetap ada batasnya, bukan sky is the limit,” pungkasnya.


(SAW)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /