On this day

1989: Kiper Cile Ini Berpura-pura Terkena Lemparan Suar

Krisna Octavianus    •    03 September 2015 05:19 WIB
pada hari ini
1989: Kiper Cile Ini Berpura-pura Terkena Lemparan Suar
Roberto Rojas (Foto: tdifh)

Metrotvnews.com: Pada 3 September 1989, laga kualifikasi Piala Dunia 1990 yang mempertemukan Brasil vs Chile dihentikan. Hal itu terjadi setelah kiper Chile, Roberto Rojas berpura-pura terkena lemparan suar atau biasa disebut flare.

Bermain di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, pertandingan berjalan panas sejak awal karena kedua tim butuh poin untuk lolos ke Piala Dunia Italia 1990. Brasil hanya butuh hasil imbang, sementara Chile membutuhkan kemenangan. Striker Brasil Careca mencetak gol di menit ke-49 untuk memberikan tuan rumah keunggulan 1-0.

Pada menit ke-70, skor masih 1-0 untuk keunggulan Selecao. Akan tetapi, kemudian ada kejadian pendukung Brasil di tribun melemparkan suar ke arah Rojas. Sang kiper kemudian jatuh ke tanah sambil memegangi wajahnya. Ia kemudian dibawa ke luar lapangan dengan tandu, dengan darah mengalir di wajahnya dan semua mengira ia terkena lemparan suar tersebut.

Namun, setelah dilihat dari tayangan ulang, suar itu ternyata tak pernah mengenai muka Rojas. Ia cedera akibat perbuatan sendiri, menggunakan pisau cukur tersembunyi di salah satu sarung tangannya. Para peneliti video pertandingan juga menyimpulkan bahwa manajer Chile, Orlando Aravena dan dokter tim, Daniel Rodriguez sudah mengatur semuanya agar Brasil bisa dihukum dan Cile bisa lolos ke Piala Dunia.

Sebaliknya, pertandingan tetap dilanjutkan dan Brasil menang 2-0. Sementara itu, Rojas, Aravena, dan Rodriguez masing-masing menerima larangan seumur hidup dari FIFA. 

Selain itu, kapten tim Fernando Astengo menerima larangan lima tahun tak boleh bermain. Sedangkan, Cile dilarang berpartisipasi di Piala Dunia 1994. Pada tahun 2001, FIFA mencabut hukuman Rojas dan pada saat itu menjadi pelatih Sao Paulo. (tdifh)

Berikut videonya:

 


(KRS)

Video /