Memperkuat Pemerintahan

   •    03 September 2015 06:03 WIB
Memperkuat Pemerintahan

DI tengah gejolak ekonomi yang sedang mendera negeri ini, kekompakan dari seluruh elemen bangsa menjadi sebuah kemestian. Tak seharusnya ada pengotak-ngotakan, pengelompokan, apalagi pembelahan yang justru menggerus kekuatan bangsa. Harus kita katakan, Republik ini sedang berada pada situasi tak mengenakkan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih melemah, perlambatan ekonomi yang mendera telah berdampak luas terhadap kehidupan bangsa.

Sebagian besar pelaku usaha merintih, rakyat pun kian menjerit lantaran beban yang mereka sandang kian hari semakin sulit. Indonesia sedang berjuang mengatasi kelesuan perekonomian. Memang tak mudah untuk mengatasi keadaan itu, tetapi sebagai bangsa besar yang sudah sering dihantam beragam krisis, tiada alasan bagi kita untuk pesimistis. Optimisme tetap harus diapungkan, kerja keras dari seluruh anak bangsa mesti pula dikedepankan.

Pada konteks itulah kita menyambut baik keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional bergabung dengan koalisi pemerintah. Dukungan itu diumumkan secara resmi, kemarin, setelah Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Zulkifli tegas menyatakan PAN tak lagi sekadar mendukung, tetapi telah bulat bergabung dengan pemerintah untuk menyukseskan program-program pemerintah.

Keputusan itu, ucap dia, diambil demi kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadi, partai, atau golongan. Jokowi pun menyambut antusias langkah besar PAN. Ia semringah karena kini dukungan politik terhadap pemerintahannya semakin kukuh. Kita patut menyambut baik pula keberanian PAN mengubah sikap secara drastis, dari partai 'oposisi' di Koalisi Merah Putih menjadi partai pemerintah di Koalisi Indonesia Hebat.

Keputusan PAN bergabung ke pemerintah jelas menjadi nilai tambah bagi Jokowi-JK untuk mengatasi beragam persoalan yang sedang mengimpit bangsa ini. Dengan bergabungnya PAN, kekuatan politik pemerintah di parlemen kini di atas angin sehingga program-program pembangunan yang mesti mendapat persetujuan DPR bisa lebih mulus diketuk palu untuk kemudian dieksekusi.

Lebih dari itu, bergabungnya PAN dengan pemerintah bisa dimaknai sebagai momentum untuk mempersolid semangat persatuan dan kebangsaan. Semangat yang amat kita butuhkan tatkala negara tengah dilanda persoalan mahasulit saat ini. Tak ada satu pun dalih yang bisa dijadikan pembenaran bagi segenap elemen bangsa untuk bicara kepentingan pribadi dan kelompok. Tak ada satu pun alasan bagi kita untuk terus berpecah belah dan saling menjatuhkan karena beda pandangan politik.

Pemerintah, DPR, dan rakyat harus satu suara untuk mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa dan negera. Semua pihak mesti satu sikap dan kemauan untuk mengatasi pelemahan rupiah agar tak semakin menjadi sehingga kelesuan ekonomi tidak menjelma menjadi krisis ekonomi. Dalam politik, langkah PAN bergabung dengan pemerintah ialah sebuah pilihan.

Karena itu, tak seharusnya pilihan tersebut memantik kegaduhan baru.  Semua pihak harus menerimanya dengan lapang dada. Akan tetapi, PAN juga wajib membuktikan bahwa pilihan itu memang semata demi kepentingan bangsa dan negara, bukan karena ambisi untuk menikmati kekuasaan bak pepatah tak ada makan siang yang gratis.

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /