Hakim Tunda Pembacaan Vonis untuk Andrew Hidayat

Meilikhah    •    03 September 2015 11:48 WIB
adriansyah
Hakim Tunda Pembacaan Vonis untuk Andrew Hidayat
Marketing Manager dan pemilik saham terbesar PT Mitra Maju Sukses Andrew Hidayat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 29 Juni 2015. Antara Foto/Alfian Prayudi

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menunda pembacaan putusan terdakwa tindak pidana korupsi bos PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat. Majelis hakim yang diketuai John Halasan menyampaikan hakim belum siap membacakan putusan.

"Putusan belum bisa dibacakan. Sidang ditunda dan dilanjutkan Senin 7 September 2015," kata John, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut Andrew Hidayat dengan pidana kurungan selama tiga tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. JPU berpendapat sesuai fakta persidangan Andrew terbukti menyuap anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Adriansyah terkait izin pertambangan.

"Kami, penuntut umum dalam perkara ini menuntut supaya, majelis hakim memutuskan: menyatakan terdakwa Andrew Hidayat telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Budhi Sarumpaet saat membacakan surat tuntutan, Kamis 20 Agustus.

Andrew terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwan pertama.

JPU pada KPK berpendapat Andrew terbukti memberikan duit sejumlah Rp1 miliar, USD50 ribu, dan SGD50 ribu lantaran Adriansyah telah membantu pengurusan perizinan usaha pertambangan perusahaan yang dikelola oleh terdakwa.


(TRK)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

16 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /