BNPB: Asap Pekat di Langit Sumatera Diperkirakan Hingga Akhir November

Ilham wibowo    •    04 September 2015 16:45 WIB
kabut asap
BNPB: Asap Pekat di Langit Sumatera Diperkirakan Hingga Akhir November
Kepala Pusat Data Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho--Antara/Darwin Fatir

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi musim kemarau terjadi hingga akhir November 2015. Kebakaran lahan dan hutan yang membuat asap di langit Pulau Sumatera diperkirakan akan terjadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, musim kemarau 2015 bertambah lama karena dipengaruhi gejala alam El Nino. Dampak El Nino akan membuat iklim Indonesia semakin kering dan mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Sampai November di akhir. Awal Desember perkiraan itu baru musim hujan. Nah, selama musim kemarau ini, wilayah ekuator khatulistiwa selatan seperti Sumatera, Kalimantan, masih berpotensi terjadi peningkatan kebakaran lahan, hutan dan kekeringan," kata Sutopo kepada wartawan di Grana BNPB, Jalan Pramuka Kav. 38, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015).

Sutopo mengatakan, sejauh ini wilayah yang masih terdapat asap paling pekat ada di Sumatera, seperti Pekanbaru dan Jambi. Menurutnya, hampir 80 persen wilayah Sumatera dikepung asap pekat akibat kebakaran lahan dan hutan.

"80 persen wilayah Sumatera ditutupi asap. Kita hitung Riau dan Jambi paling pekat. Karena arah angin ke utara langsung. Jarak pandang di Riau dan Jambi hanya 500 meter. Ada sekolah yang diliburkan, pesawat pun belum bisa terbang," tuturnya.

BNPB bersama pihak terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupaya memadamkan kebakaran. Deputi Penganan Darurat BNPB Tri Budiarto mengakui kendala penanggulangan ini karena wilayah yang luas dan juga sebagian besar lahan gambut berada di lahan kering.

"Kita buat hujan buatan, water boombing, dan dikerjakan kanal agar tak meluas di darat yang dilakukan Satgas Darat. Pemadaman kebakaran lahan ini sangat perlu orang banyak," kata Tri Burdianto.

Tri mengingatkan kejadian kebakaran ini perlu kerjasama dan respons yang cepat dari pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Juga perlu dibarengi penegakan hukum. "Masalah ini sudah 18 tahun, karena perilaku masyarakat. Misalnya, izin lamban, begitu menetapkan status siaga harus cepat," tuturnya.


(YDH)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

10 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /