Keluarga: Korban Kapal Tempuh Jalur Laut untuk Berhemat

Agus Josiandi    •    05 September 2015 17:58 WIB
kapal tenggelam
Keluarga: Korban Kapal Tempuh Jalur Laut untuk Berhemat
Foto: Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pamekasan: Korban kapal tenggelam di perairan Malaysia menempuh jalur laut untuk menghemat biaya perjalanan pulang ke Madura, Jawa Timur. Pulang menggunakan pesawat terbang menghabiskan biaya mahal.

"Saya tidak tahu mereka akan menggunakan kapal laut. Soalnya kami hanya diberitahu kalau mereka akan pulang kampung," kata Abdul Aziz, kerabat enam korban asal Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, saat ditemui Sabtu (5/9/2015).

Kepulangan keenam anggota keluarga itu, kata Aziz, adalah yang pertama setelah bekerja selama dua tahun di Malaysia. Aziz mengatakan kerabatnya mencari nafkah karena tak banyak yang bisa diharapkan dari kampung halaman.

"Kalau yang mampu biasanya pakai pesawat. Kalau yang tidak mampu terpaksa memakai ferry karena ongkosnya lebih murah," kata Aziz.

Achmad Fauzan, salah satu perangkat Desa Plakpak, mengatakan banyak warga di desanya yang merantau menjadi TKI di luar negeri. Tercatat, 25 persen warga dari total 11 ribu penduduk di Desa Plakpak, merantau ke luar negeri. "Mayoritas bekerja di Malaysia," ujarnya.

Kapal berisi puluhan TKI dari Malaysia yang hendak pulang ke Indonesia, tenggelam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, Kamis 3 September. Sebanyak 24 penumpang dikabarkan ikut tenggelam dan tewas.

Satu keluarga besar asal Dusun Seccang, Desa Plakpak, menjadi korbannya. Mereka terdiri dari enam orang, masing-masing Abdul Hamid, 55 dan istrinya Suna, 50; Punadi, 35, dan istrinya Hosniyah, 27; serta Imam, 34 dan istrinya Hotimah, 26.

Dari enam orang itu, dua orang dikabarkan selamat. Mereka adalah Punadi dan Imam. Keduanya sedang mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Malaysia.


(UWA)


Video /