Demokrat Desak Jokowi & Kapolri Jelaskan Polemik Mutasi Buwas

Suci Sedya Utami    •    06 September 2015 16:23 WIB
budi waseso
Demokrat Desak Jokowi & Kapolri Jelaskan Polemik Mutasi Buwas
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Waketum Demokrat Syarief Hasan, Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin dan

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo dan Kapolri Badrodin Haiti didesak menjelaskan mengenai mutasi jabatan Komjen Pol Budi Waseso dari Kabareskrim Polri menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan. Syarief menduga ada yang janggal dengan pergantian posisi tersebut.

"Kami berpendapat itu bukan hal biasa. Rakyat butuh alasan yang benar dan jujur apa sebetulnya yang terjadi di balik penggantian itu," kata Syarief dalam konferensi pers di kantor DPP Demokrat, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2015).

Bahkan Syarief meminta kader Partai Demokrat di DPR untuk menggunakan hak bertanya mereka kepada Presiden RI dan Kapolri.

Kata dia, anggota fraksinya harus menanyakan kepada Kapolri mengenai alasan utama yang melatarbelakangi pergantian Buwas. Mengingat hingga saat ini, Badrodin belum juga menjelaskan apakah mutasi jabatan itu murni langkah dia sebagai Kapolri.

Menurut Syarief, Presiden Jokowi juga harus ditanyakan. Sebab santer isu bila Presiden langsung memanggil Buwas dan menggantinya tanpa melibatkan Kaporli. Padahal sejatinya Kapolri adalah orang yang berhak mengganti perwira tinggi dijajaran Kepolisian.

"Mengingat pergantian perwira tinggi merupakan kewenangan Kapolri bukan Presiden. Fraksi kita di DPR memiliki hak bertanya," kata dia.

Sebelumnya, mutasi jabatan Komjen Pol Budi Waseso ke Kepala BNN menimbulkan kecurigaan publik. Diduga mutasi jabatan itu ada hubungannya dengan kasus Pelindo II. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla diduga meminta agar Bareskrim Polri tak perlu menindaklanjuti kebijakan PT Pelindo II (RJ Lino) ke tingkat pidana.

Belakangan diketahui, PT Bukaka Teknik Utama perusahaan milik JK sebagian sahamnya dimiliki oleh keluarga RJ Lino sebanyak 46 persen.


(MBM)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /