Demokrat Sesalkan Mutasi Buwas Jadi Tontonan tak Lazim

Suci Sedya Utami    •    06 September 2015 17:05 WIB
budi waseso
Demokrat Sesalkan Mutasi Buwas Jadi Tontonan tak Lazim
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Amir Syamsuddin di Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (6/9)--Foto: Dok/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat menyesalkan mutasi jabatan Komjen Pol Budi Waseso dari Kabareskrim menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional. Pasalnya, masalah tersebut menjadi perguncingan dan bola panas bagi Pemerintah.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengklaim saat kepimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak pernah ada polemik mengenai pergantian jabatan. Apalagi berkembang sahut menyahut atau saling bantah yang tidak lazim dipertontonkan pada publik.

"Pengalaman kita di masa lalu enggak ada yang kaya gini, sampai Wakil Presiden bantah membantah," kata Amir dalam konferensi pers di kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2015).

Menurutnya, kisruh Buwas ini menunjukkan kondisi yang tidak baik. Sebab itu, pihaknya meminta agar Pemerintah utamanya Presiden Joko Widodo menjelaskan yang sebenar-benarnya alasan memutasikan Buwas.

"Jangan lagi terulang hal seperti ini. Kalau rambu-rambu diikuti dengan benar tidak akan seperti ini," ujar Amir.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan. Dia membandingkan cara Pemerintahan ketika zaman Presiden SBY 10 tahun lalu. Menurut dia, pada pemerintahan SBY, pergantian Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tertinggi (wanjakti) dilakukan sesuai usulan dari yang paling bawah.

"Kalau pergantian di Polri, dilengkapi rekomendasi Kompolnas, dari 1 hingga 3 nama dibahas ditingkat Presiden, bagaimana latar belakangnya, bagaimana karirnya. Semua usulan dari bawah, sehingga enggak ada gejolak yang muncul. Kami mau pergantian Buwas dilakukan secara akuntabel," jelas Syarief.


(MBM)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

2 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /