Pemerintah Didesak Tentukan Standar Harga Gas Domestik

Kesturi Haryunani    •    07 September 2015 16:19 WIB
dpr ads
Pemerintah Didesak Tentukan Standar Harga Gas Domestik
Anggota Komisi VII DPR Iskan Qolba Lubis -- dok.DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi VII DPR Iskan Qolba Lubis mempertanyakan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM tidak pernah menetapkan standar harga gas domestik di tengah harga internasional yang terus merosot.

"Sebagai energi penting dan strategis, pemerintah tidak memberi standar harga gas, seperti BBM yang dikenal dengan harga Indonesian Crude Price (ICP). Ini aneh," kata Iskan di Jakarta, Minggu (5/9/2015).

Menurut Iskan, tidak adanya patokan harga memberatkan kalangan industri dalam negeri. Apalagi, kondisi ekonomi saat ini sedang melemah.

"Gas sekarang tidak bersahabat dengan industri, karena membuat biaya produksi meningkat," tutur politikus PKS dari daerah pemilihan Sumatera Utara II, ini.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) ini juga menyoroti banyaknya industri yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat meningkatnya biaya produksi. "Jadi, mahalnya gas domestik dari harga global selama ini membuat banyak industri protes dan banyak melakukan PHK terhadap buruhnya," katanya.

Iskan berharap Kementerian ESDM segera menjelaskan ke publik soal harga gas, serta tidak melemparkan tanggung jawab ini kepada Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas). "Seharusnya yang memberi penjelasan pemerintah atau Menteri ESDM, bukan SKK Migas. Karena kedaulatan energi ada di tangan negara, sedangkan SKK Migas hanya operator, bukan pemegang kedaulatan," kata Iskan.


(NIN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /