Deteksi Korban PHK, Menkeu Gunakan Data Kemenaker

Husen Miftahudin    •    07 September 2015 17:55 WIB
kementerian keuangan
Deteksi Korban PHK, Menkeu Gunakan Data Kemenaker
Ratusan buruh protes lantaran dipecat sepihak. (Metrotvnews.comAhmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelemahan ekonomi membuat beberapa pengusaha dalam negeri melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja untuk menutup kerugian. Angka total karyawan yang terkena pemutusan hak kerja (PHK) selalu berbeda dari sajian yang diberikan oleh pengusaha dan serikat pekerja.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku mendapatkan data karyawan yang telah di-PHK secara riil dengan menggunakan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saja.

"Kita ambil satu data Kemenaker karena tugasnya mendata PHK. Dalam artian, yang benar-benar putus karena mendata apakah perusahaan membayar unemployment," ujar Bambang dalam Seminar Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Kantor Relawan Merah Putih (RMP), Jalan Cik Di Tiro No 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Ia mengakui, perbedaan data pekerja yang di-PHK oleh pengusaha, serikat pekerja dan pemerintah terjadi akibat definisi yang berbeda tentang tidak bekerjanya karyawan (unemployment). "Data unemployment mungkin beda-beda definisi. Ada PHK sebenarnya, benar-benar putus karyawan dan perusahaan," paparnya.

Ia menjelaskan, unemployment sendiri terbagi menjadi dua, karyawan yang dirumahkan dan PHK. Kalau dirumahkan, karyawan tersebut masih mendapatkan gaji walaupun tidak penuh dan dapat dipekerjakan kembali oleh perusahaan. Sedangkan PHK, sang karyawan benar-benar berhenti bekerja dari perusahaan, namun pengusaha harus membayarkan pesangon sebesar tiga kali gaji secara penuh.

"Ada sifatnya pengurangan jam kerja atau dirumahkan sementara ini kadang dianggap karyawan PHK. Sebenarnya, di perusahaan dirumahkan sementara. Karena mungkin tak mau tiba-tiba bayar pesangon," pungkas Bambang.



(SAW)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /