Anggaran Kementerian Desa Dipangkas Rp1,8 Triliun

Suci Sedya Utami    •    08 September 2015 13:11 WIB
rapbn 2016
Anggaran Kementerian Desa Dipangkas Rp1,8 Triliun
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Djafar. (FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan kementeriannya pada tahun depan mengalami penurunan anggaran belanja sebesar Rp1,8 triliun.

Padahal, tahun ini dari APBN-P 2015, anggaran kementerian anyar ini yakni sebesar Rp9 triliun. Dia menyayangkan langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memangkas anggaran tersebut.

"Memang belum ada sinkronisasi utuh dari Kementerian, seperti Bappenas dan Kementerian Keuangan. Pemotongan Rp1,8 triliun katanya diprioritaskan untuk kegiatan lain," kata Marwan dalam Rapat Kerja bersama Banggar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2015).

Dirinya melaporkan dalam pembahasan bersama parlemen, Komisi V DPR menyetujui anggaran Kementerian PDT tahun depan sebesar Rp8 triliun dari pagu indikatif Rp7,2 triliun.

"Tapi kami sudah ajukan anggaran dan sudah rapat pendahuluan dengan Komisi V dan disetujui sebesar Rp15 triliun. Pengajuan anggaran juga disodorkan ke Kementerian Keuangan dan Bappenas," ujar dia.

Dirinya menjelaskan, anggaran Rp15 triliun itu sejatinya bakal digelontorkan untuk merealisasikan sembilan program prioritas. Di antaranya program dukungan manajemen dan tugas teknis kementerian, program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur kementerian, program pembangunan  dan pemberdayaan masyarakat desa, program pembangunan kawasan pendesaan, program pengembangan daerah tertentu.

Juga program pembangunan daerah tertinggal, program penyiapan kawasan dan pembangunan pemukiman kawasan transmigrasi, program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi serta program penelitian dan pengembangan pendidikan dan pelatihan maupun informasi‎.

Menurut dia, dengan adanya pemangkasan anggaran tersebut, tentunya mempengaruhi program-program prioritas yang direncanakan Kementerian PDT dan Transmigrasi tahun depan dan membuatnya terhambat. Sebut saja seperti program pengentasan 11 ribu-12 ribu desa tertinggal.

"Itu terkendala semua. Arahan Presiden mengenai penyediaan lahan sembilan hektare (ha) dan mobilisasi 3,5 kepala keluarga transmigrasi mengalami kendala karena ada pemotongan dan perhitungan secara signifikan dari Kementerian Keuangan pada kami," jelas dia.

Begitu juga dengan dana pendampingan desa yang mengalami pemotongan secara signifikan. Namun, lebih jauh dia berharap, pagu definitif tersebut masih berpeluang berubah melalui pembahasan anggaran antara pemerintah dan DPR.

"Ini belum menjadi pagu definitif yang diketok, jadi masih bisa diperbincangkan antara pemerintah dan DPR," pungkasnya.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /