Tantowi: Ada Nuansa Politik di Balik Laporan ke MKD

Surya Perkasa    •    08 September 2015 18:30 WIB
donald trump
Tantowi: Ada Nuansa Politik di Balik Laporan ke MKD
Tantowi Yahya. Foto: Angga Yuniar/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Tantowi Yahya menilai laporan sejumlah anggota Dewan ke Mahkamah Kehormatan DPR terkait dua pimpinan DPR yang menghadiri konferensi pers bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump bernuansa politis.  Tantowi melihat pelaporan ini bersifat menyerang, tak lagi murni untuk kebaikan DPR.

"Pada awalnya saya merasa hal ini genuine (asli). Jadi niatnya dalam rangka mengoreksi pimpinan DPR yang melakukan tindakan tidak patut, tapi makin lama makin terasa nuansa politiknya," ungkap Tantowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Dugaannya, kata Tantowi, semakin tampak setelah dirinya mengetahui identitas personal yang mengangkat isu pelanggaran yang dilakukan pimpinan DPR adalah tim sukses dari calon presiden tertentu pada pilpres lalu. Menurutnya, ada niatan memanfaatkan isu untuk menjatuhkan pimpinan DPR saat ini.

"Jadi, dalam konteks seperti itu menjadi relevan mengapa isu itu digulirkan dan terus disambut dengan gegap gempita. Ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja mencari keuntungan politik atas kejadian ini," tegas dia.

Tantowi menuturkan apabila niatan pelaporan itu adalah mengoreksi pimpinan DPR, itu adalah hal biasa. Namun menjadi tidak biasa setelah ada upaya pengocokan ulang pimpinan DPR.

"Kalau anggota merasa apa yang dilakukan oleh pimpinan DPR itu tidak sepatutnya dan harus diadukan ke MKD, ya silakan. Tinggal nanti hakim-hakim MKD itu yang akan menentukan berdasarkan tatib yang ada apakah betul melanggar tatib," terang Wakil Ketua Komisi I DPR ini.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR melaporkan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon ke MKD. Salah seorang pelapor, Diah Pitaloka mengatakan, kehadiran pimpinan lembaga DPR dalam kampanye Trump mencoreng martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPR sebagai wujud representasi rakyat Indonesia. Juga melanggar doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

"Kedua pimpinan telah melanggar sumpah janji jabatan sebagai pimpinan DPR periode 2014-2019," tuding Diah.


(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /