Pengguna Situs Perselingkuhan 'Ashley Madison' Adalah Pria Kaya

   •    08 September 2015 18:41 WIB
romansa
Pengguna Situs Perselingkuhan 'Ashley Madison' Adalah Pria Kaya
Situs perselingkuhan Ashley Madison. (foto:thenextweb.com)

Metrotvnews.com, New York: Ashley Madison merupakan situs yang diperuntukkan khusus bagi yang berniat menduakan pasangannya alias berselingkuh. Lebih tepatnya, situs ini dibuka untuk mereka yang tidak bahagia dalam pernikahannya.

Dengan jumlah pengunjung situs sangat fantastis, menurut data jurnalisme situs Dadaviz, pengguna Ashley Madison umumnya adalah pria yang kaya dan mapan. Ini terbukti dengan sekitar lima persen jumlah populasi Amerika Serikat memiliki akun tersebut dan sebagian besarnya adalah pria berusia awal empat puluh tahun.  

Tidak hanya itu saja, DadaViz juga menemukan setidaknya ada sekitar 1.405 pegawai pemerintah AS dikonfirmasi menjadi pengguna resmi Ashley Madison dengan memakai email pribadi mereka. 

Ahli psikolog, Ramani Durvasula, Ph.D, mengatakan bahwa, ia tidak tahu pasti apakah benar orang yang terlibat pada situs perselingkuhan itu termasuk pria yang memiliki jabatan penting dan banyak uang.

"Ashley Madison mungkin cara yang paling efektif untuk berselingkuh bagi mereka yang punya uang," ujar Ramani.

Situs ajang berselingkuh yang dibuat pada 2001 silam ini, memang pilihan yang mudah, nyaman dan tepat bagi pria yang sibuk bekerja tapi masih mencari hiburan selain istri mereka di luar rumah. 

Paul Coleman, yang juga seorang psikolog menjelaskan bahwa, tidak semua orang yang kaya dan berkuasa akan berselingkuh karena pada akhirnya itu tergantung pada karakter setiap orang itu sendiri.

"Tapi, memang benar, sebagian besar orang yang punya uang dan kekuasaan cenderung memiliki banyak kesempatan untuk berselingkuh," tutupnya. (Sumarni/ Womenhealthmag)


(LOV)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /