Politikus PKS Ingin IPDN Perbaiki Sistem dan Kurikulum

M Rodhi Aulia    •    08 September 2015 22:15 WIB
ahok
Politikus PKS Ingin IPDN Perbaiki Sistem dan Kurikulum
Beberapa praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berjalan di depan barak mereka di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jabar, Sabtu (7/4). (foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembubaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinilai bukan solusi untuk memperbaiki birokrat yang bersih dan baik di masa depan. Seharusnya, IPDN sebagai institusi perlu mengevaluasi sistem dan kurikulumnya, serta pengawasan yang berlaku selama ini.

"Walaupun ada banyak kasus di IPDN, tapi bukan bubarkan IPDN solusinya. Perbaiki sistem, kurikulum dan pengawasan," kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hadi Mulyadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Ide pembubaran IPDN dianggap tidak masuk akal. Alih-alih membubarkan sekolah, seharusnya sekolah pendidikan untuk birokrat malah perlu diperbanyak. Tidak hanya di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat dan di beberapa daerah lainnya.

"Seharusnya pemerintah memperbanyak sekolah. Bukan membubarkan yang sudah ada," sesal Hadi. (Baca: Ahok Usul Presiden Bubarkan IPDN)

Kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang mengusulkan ide pembubaran ini, Hadi meminta Ahok lebih fokus membenahi kesemerawutan Ibu Kota. Hadi ingin Ahok fokus dengan jargon saat kampanye beberapa waktu lalu. Yaitu, mewujudkan Jakarta Baru.

Di luar itu, Hadi ingin Ahok tidak perlu ikut campur. Terlebih mendesak pemerintah membubarkan IPDN lantaran kekecewaan kasuistik yang dilihat Ahok dari performa lulusan IPDN tersebut.

Senada dengan Hadi, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yanuar sepakat IPDN tidak perlu dibubarkan. Kata dia, IPDN hanya perlu perbaikan secara komprehensif. Tidak hanya untuk calon prajanya saja, tapi seluruh petugas yang terlibat aktif di lingkungan IPDN. (Baca: JK Tak Anggap Serius Usulan Ahok soal Pembubaran IPDN)

"Manfaat IPDN untuk akselerasi reformasi birokrasi di Indonesia harus dirumuskan ulang. Jangan sampai kehadiran IPDN tidak membawa
manfaat maksimal untuk penguatan reformasi birokrasi," kata Yanuar dalam kesempatan terpisah.

Karena selama ini, publik cenderung pesimis dengan lulusan IPDN, kendati direkrut berdasarkan putra-putri terbaik dari masing-masing provinsi dan ditambah menjalani pendidikan yang tampak sangat disiplin.

 


(ALB)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

22 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /