Pelapor Sejak 2006 Jadi Pelanggan Devita

Damar Iradat    •    09 September 2015 01:01 WIB
Pelapor Sejak 2006 Jadi Pelanggan Devita
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Margaret Vivi, pelapor penipuan tas Hermes mengaku sudah sering membeli dari Devita Friska, sang penjual sekaligus terdakwa. Ia sudah menjadi langganan Devita sejak tahun 2006.

"Udah sering beli tas dari Devita. Dari 2006-2007. Pertama beli dulu tas merek Louis Vuitton gitu. Lama-lama (tertarik sama) Hermes karena Hermesnya (yang dijual Devita) tuh modelnya selalu yang langka ada di sana," papar Vivi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Selasa (8/9/2015).

Perkenalan Vivi dengan Devita juga terbilang tak sengaja. Menurut penuturan Vivi, Devita yang awalnya mengontaknya lewat sambungan Blackberry Messengger.

"Dia punya toko online. Awalnya saya kenal dia karena dia add pin BB saya. Saya enggak tahu dia punya pin saya dari mana," kata dia.

Pertama kali, tas yang tawarkan Devita kepada Vivi merupakan tas palsu. "Kalau enggak percaya, ada namanya Devita Priska, tapi sekarang (toko) online-nya udah tutup," jelas Vivi.

"Dia bilang, 'Ci mau enggak saya jualan tas palsu. Kualitasnya bagus. Banyak dipake pejabat.'" ungkapnya menirukan awal perbincangan dengan Devita.

Namun, Vivi menolak tawaran tersebut. Menurutnya, ia lebih baik menggunakan tas tidak bermerk tapi asli, daripada menggunakan tas bermerk tapi abal-abal.

"Setelah itu, dia nawarin saya yang asli karena dia tau saya bukan tipikal orang yang beli tas palsu. Kalau dia bilang saya belum kenal dia dari lama, cek aja. Sebelum di Medan, dia di Surabaya, cek aja onlinenya itu dari tahun berapa," lanjutnya.

Menurut pengakuan Vivi, sebetulnya ia tak berniat melaporkan Devita sebagai tersangka kasus penipuan tas palsu. Namun, sosok Feny yang mentransfer dirinya uang lah yang ia laporkan.

"Yang menjadikan devita tersangka itu bukan saya. Atas hasil penyidikan polisi yg menaikkan status ke tersangka. Dari kepolisian kan dipanggil saksi. Akhirnya dari penyidik ketahuanlah Devita naik jadi tersangka," tutup Vivi. (Baca: Sidang Kasus Penipuan Tas Hermes, Terdakwa Hadirkan Tiga Saksi)

Seperti diketahui, Devita dijerat kasus penipuan dan penggelapan terkait dengan transaksi jual-beli tas Hermes tipe Sac Birkin 30 Crocodile Niloticus Himalayan. Kasus tersebut bermula ketika Devita menjual tas Hermes kepada Vivi pada Februari 2013.

Selang tiga bulan kemudian, Devita menghubungi Vivi lagi dan menanyakan apakah berniat menjual tas tersebut kepada dirinya, sebab, menurut Devita, ada yang ingin membeli tas Hermes itu seharga Rp950 juta.

Vivi yang tergiur akhirnya kembali menjual tas itu kepada Devita. Vivi akhirnya menerima pembayaran Rp500 juta sebagai uang muka dan Rp450 juta sisanya, menurut Vivi, akan dibayarkan oleh Devita via transfer.

Sayangnya, saat waktu pembayaran yang dijanjikan tiba, uang tersebut tidak kunjung diterima Vivi. Setelah menanti selama dua tahun, Vivi akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum setelah Devita tak kunjung melunasi utangnya.
(ALB)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

15 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /