Wall Street Melonjak 2%

Ade Hapsari Lestarini    •    09 September 2015 08:35 WIB
Wall Street Melonjak 2%
Aktivitas di bursa saham New York -- AFP PHOTO/JEWEL SAMAD

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) naik lebih dari dua persen setelah mengalami kerugian tajam pada pekan lalu. Faktor pendukungnya karena menguatnya harga bahan bakar di Tiongkok.

Reuters melansir, Rabu (9/9/2015), harapan akan langkah-langkah stimulus lebih dari Pemerintah Tiongkok pun meningkat setelah data menunjukkan bahwa impor Tiongkok menyusut jauh lebih dari yang diharapkan pada Agustus.

Saham Tiongkok melonjak dalam reli akhir perdagangan, memicu rebound di pasar saham global. Pada Senin lalu, Pemerintah Tiongkok akan menghapus pajak atas penghasilan dividen bagi investor yang memegang saham selama lebih dari satu tahun dalam upaya untuk mendorong investasi jangka panjang.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 390,3 poin atau 2,42 persen menjadi 16.492,68, indeks S & P 500 menguat 48,19 poin atau 2,51 persen ke 1.969,41, dan Nasdaq Composite naik 128,01 poin atau 2,73 persen ke 4.811,93.

Ketiga indeks saham utama AS membukukan kerugian mencapai tiga persen pada pekan lalu. Ini karena pasar keuangan global telah mengguncang dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran bahwa perlambatan Tiongkok bisa menyeret pertumbuhan global yang sudah lamban, sehingga mendorong beberapa investor bertaruh bahwa bank sentral AS akan menunda kenaikan suku bunga sampai akhir tahun.

Saham Apple memberikan dorongan terbesar untuk indeks S & P dan Nasdaq, di mana naik 2,8 persen menjadi USD112,31, sehari sebelum pembuat iPhone mengungkap penawaran baru.

Sekitar 6,8 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian sebesar 7,5 miliar lembar saham, demikian menurut data dari BATS Global Markets.
(AHL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

23 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /