Isu Sapi Impor, Penjualan Sapi Limousin di Yogya Malah Naik

Patricia Vicka    •    09 September 2015 18:10 WIB
sapi
Isu Sapi Impor, Penjualan Sapi Limousin di Yogya Malah Naik
Foto ilustrasi peternakan. (MI/Barry Fatahillah)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dua minggu jelang Idul Adha, para peternak dan pedagang sapi di Yogyakarta mulai kebanjiran pembeli. Penjualan naik dua kali lipat dibanding hari biasanya. Sapi Limousin jadi buruan pembeli.

Kasiran, 60, salah seorang peternak sapi di Plered, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan penjualan sapinya meningkat di atas 90 persen. Jika hari biasa hanya bisa menjual 30-40 ekor dalam sebulan, kini penjualannya dalam sebulan mencapai 70-100 ekor.

"Sebulan terakhir sapi saya terjual 50-60 ekor untuk kurban. Selain itu, ada juga yang untuk dipotong dan diternakkan lagi sebanyak 20-40 ekor. Kalau hari biasa, total penjualan untuk potong, pembiakan, dan kurban hanya 30-50 ekor per bulan," ujar Kasiran pada Metrotvnews.com di Bantul Yogyakarta, Rabu (9/9/2015).

Kebanyakan para pembeli memilih sapi jenis Limousin dibandingkan jenis lain. "Sapi Limousin waktu dipotong lebih banyak dagingnya dibandingkan sapi Jawa atau jenis lainnya. Selisih banyaknya daging bisa sampai 10-15 kilogram dibanding sapi lain," jelas pria yang sudah berdagang sapi sejak tahun 1974 ini.

Satu ekor sapi jantan Limousin dibandrol Rp18 juta hingga di atas Rp30 juta. Besaran harga bergantung dari berat dan ukuran sapi.

Sekadar informasi, sapi jenis Limousin pertama kali dikembangkan di Prancis. Karena tubuhnya yang panjang dan dagingnya banyak, industri penggemukan paling senang memelihara sapi Limousin. Perawatannya perlu penanganan khusus karena sapi jenis ini tidak tahan udara panas.

Sebelumnya, sejumlah pedagang sapi di Yogyakarta resah. Gara-garanya, berembus kabar sapi impor bakal masuk ke wilayah dagang mereka. Pedagang khawatir harga sapi impor merusak harga sapi lokal. (Baca: Isu Masuknya Sapi Impor Resahkan Pedagang Ternak di Yogya)

Namun, nyatanya isu itu tak mempengaruhi tingkat penjualan sapi. Peningkatan penjualan justru dirasakan oleh Teguh Triyono, pedagang sapi dari Sleman. "Minggu ini saya sudah jual 10 ekor sapi. Ada yang untuk kurban. Ada juga yang untuk pemotongan daging kiloan. Kalau hari biasa hanya bisa terjual tiga ekor sapi," jelas Teguh ditemui di pasar ternak Sleman Yogyakarta.

Ia memperkirakan penjualannya akan meningkat drastis lima hari jelang lebaran haji. "Biasanya paling banyak terjual lima hingga sehari jelang hari H. Kalau sekarang orang masih malas beli karena repot perawatannya," tutupnya.


(SAN)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

2 hours Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /