Pantai Maroko Dipenuhi Warga Meniru Kematian Bocah Pengungsi Suriah

Fajar Nugraha    •    10 September 2015 10:20 WIB
imigran gelap
Pantai Maroko Dipenuhi Warga Meniru Kematian Bocah Pengungsi Suriah
Warga Maroko beri penghormatan untuk Aylan Kurdi (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Rabat: Sekitar 30 orang berpakaian seperti bocah pengungsi Suriah, Aylan Kurdi, yang ditemukan meninggal di Pantai Turki, memenuhi pinggiran pantai di Maroko.

Mereka mencoba meniru foto yang menggugah di mana Aylan ditemukan tidak bernyawa, setelah berupaya untuk menyeberang ke Yunani. 30 orang ini mengenakan baju berwarna merah dan celana jins biru, seperti yang dikenakan Aylan.

Kemudian, mereka pun tertelungkup di pinggiran pantai Rabat, Maroko sebagai bentuk penghormatan mereka bagi sosok bocah 3 tahun itu. Foto Aylan yang tidak bernyawa, memicu kemarahan dunia internasional menyusul krisis imigran yang mewarnai Suriah.

Seniman Maroko, Latifa Ahrar menyebutkan alasannya untuk melakukan hal ini. "Sebagai seorang seniman, sudah menjadi tugas saya untuk bertindak dan kami harap tindakan kecil ini bisa berpengaruh banyak," lanjut Ahrar, seperti dikuti Mail Online, Kamis (10/9/2015).

Sementara jurnalis Richard el-Belghiti menambahkan, "Kami datang untuk mengatakan bahwa Mediterania harus tetap menjadi tempat untuk berbagi, bukan untuk mereka yang menjadi halangan bagi mereka yang korban diktator, perang saudara ataupun teroris".


(Aylan Kurdi saat tengah tertidur, Foto: DHA)

Pekan lalu muncul kembali foto Aylan Kurdi yang tengah tertidur dengan damai beberapa jam sebelum tenggelam. Bocah Suriah itu digambarkan bahagia dan sangat menantikan kehidupan baru di Eropa.

Namun pada akhirnya, dia tenggelam di laut bersama kakaknya Ghalib yang berusia lima tahun dan ibunya, Rehan. Ketiga ditemukan tidak bernyawa di Pantai Bordum, Turki.

Bibi dari Aylan mengaku bahwa bocah itu ingin segera pergi dari Kobane, yang hancur akibat pertempuran pasukan Suriah dengan kelompok militan Islamic State (ISIS). Sang ayah, Abdullah Kurdi, akhirnya memutuskan kembali ke Suriah dan menguburkan keluarga di Kobane.

Sementara empat orang didakwa atas kematian tragis Ayalan. Selain itu tersangka juga dianggap bertanggungjawab atas kematian 11 orang lainnya yang turut serta dalam kapal yang ditumpangi oleh Aylan.


(FJR)