Nelayan Tolak Konversi Solar ke BBG

Batur Parisi    •    10 September 2015 14:17 WIB
nelayan
Nelayan Tolak Konversi Solar ke BBG
Nelayan (ilustrasi). (Metrotvnews.com/Bambang Mujiono)

Metrotvnews.com, Cilegon: Salah satu paket kebijakan ekonomi tahap I, Presiden Joko Widodo menyebut akan menghemat biaya bahan bakar nelayan hingga 70 persen. Langkah, yang disebut untuk mensejahterakan nelayan, itu dilakukan dengan mengkonversi minyak solar ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Namun, belum lagi kebijakan ini berjalan, sudah muncul penolakan dari nelayan. Mereka justru menganggap kebijakan pemerintah bakal menyusahkan. Alasannya, nelayan harus mengganti mesin berbahan bakar solar ke BBG.

Seperti diutarakan Iyus salah seorang nelayan di Mabak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Dengan tegas ia menolak rencana tersebut. Dikarenakan bakal menambah penderitaan nelayan dan mempersulit masyarakat kecil.

"Otomatis kita akan susah, pertama kita harus ganti semua mesin yang biasa kita gunakan untuk melaut," ujarnya, Kamis (10/9/2015).

Dia menilai, harga elpiji lebih mahal ketimbang minyak solar. Dengan konversi, nelayan bakal mengeluarkan banyak biaya. "Mau habis berapa tabung kita untuk melaut pakai elpiji, sekarang saja harganya sudah Rp20 ribu (tabung 3 kg)," lanjutnya.

Senada dikatakan Hawasi yang juga nelayan di Mabak. Konversi BBG akan menyusahkan nelayan. Sebab, di kawasan Merak kerap terjadi kelangkaan elpiji. 

"Solar saja kita susah belinya di SPBU, apalagi diganti elpiji, sering terjadi kelangkaan, bisa tidak melaut para nelayan, rencana ini sama saja membunuh para nelayan, bukan menggerakan pertumbuhan ekonomi ini mah," tuturnya.

Menghemat

Dalam pemaparannya, kemarin, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan alat konversi (converter kit) solar ke BBG akan dibagikan secara bertahap. Tujuan program ini, kata dia, agar konsumsi bahan bakar nelayan lebih irit.

Dia mencontohkan, kalau sekali melaut nelayan menghabiskan 30 liter solar. Dengan biaya solar Rp6.900/liter, maka biayanya mencapai Rp207 ribu. Dengan BBG, diperkirakan hanya menelan biaya Rp62.100 saja. Dengan begitu, keuntungan nelayan juga bertambah.


(SAN)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

6 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /