Bank Syariah Diimbau Siapkan SDM Handal Sebelum Masuk Sektor Baru

Husen Miftahudin    •    11 September 2015 14:17 WIB
perbankan syariah
Bank Syariah Diimbau Siapkan SDM Handal Sebelum Masuk Sektor Baru
Ilustrasi -- FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulia Effendi Siregar meminta agar Bank Umum Syariah (BUS) menyiapkan terlebih dulu sumber daya manusia (SDM) yang handal ketika ingin memberikan pembiayaan di sektor baru. Hal ini untuk menjaga agar rasio pembiayaan bermasalah perbankan (Non Performing Financing/NPF) tak mengalami peningkatan.

"Kalau mau masuk ke sektor yang baru, persiapkan dulu SDM-nya. Kemudian ketika sudah punya expert di bidang misalnya infrastruktur, sudah punya expert di bidang pertanian, sudah punya expert di bidang pertambagan, baru melakukan pembiayaan ke bidang itu. Jangan belum punya expert sudah masuk ke situ," ujar Mulia dalam acara Indonesia Banking Expo (IBEX), JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).

Menurut dia, hal inilah yang tak disadari Bank Syariah dalam meningkatkan kinerja namun disertai kesiapan SDM yang handal. "Itu yang mengakibatkan kemarin NPF-nya tinggi. Karena ahlinya tak ada dan mereka sudah masuk ke sektor-sektor yang seperti itu," paparnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data OJK, rasio NPF mengalami kenaikan dari 3,90 persen pada Juni 2014 menjadi 4,76 persen pada Juni 2015. Secara nominal, pembiayaan perbankan syariah yang berstatus kredit bermasalah meningkat sebesar 28,71 persen dari Rp7,54 triliun menjadi Rp9,71 triliun.

Hingga Juni 2015, tercatat ada tiga Bank Umum Syariah yang NPF-nya berada di atas ambang batas aman yang ditentukan regulator sebesar lima persen. Tiga bank tersebut adalah BRI Syariah, BJB Syariah, dan Bank Victoria Syariah.

Pada periode tersebut, NPF BRI tercatat melonjak dari 4,38 persen pada Juni 2014 menjadi 5,31 persen. NPF BJB Syariah meningkat dari 4,55 persen pada Juni 2014 menjadi 6,91 persen. Sementara NPF Bank Victoria Syariah menurun dari 6,63 persen menjadi 5,03 persen.

Meski demikian, dia menyarankan agar Bank Umum Syariah terus menyalurkan kredit untuk menjaga kredit macet (Non Performing Loan/NPL) terjadi. Namun, ia meminta agar perbankan syariah lebih selektif dalam penyaluran kredit tersebut.

"Tapi satu hal yang kita minta supaya mereka jangan stuck untuk tidak menyalurkan kredit atau pembiayaan, tapi tetap harus. Karena kalau berhenti, itu malah makin tinggi NPL-nya. Harus terus melakukan pembiayaan tetapi dengan sangat-sangat selektif," pungkas Mulia.


(AHL)

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018
Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

52 minutes Ago

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions akan digelar pada 13-14 dan 20-21 Februari 2018.…

BERITA LAINNYA
Video /