Paket Deregulasi Kemendag Tingkatkan Daya Saing Ekspor Impor

Eko Nordiansyah    •    11 September 2015 19:59 WIB
paket kebijakan ekonomi
Paket Deregulasi Kemendag Tingkatkan Daya Saing Ekspor Impor
Mendag Thomas Lembong. FOTO: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong mengatakan paket deregulasi ekspor-impor di Kementerian Perdagangan dipercepat untuk meningkatkan daya saing di sektor industri dan membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Paket deregulasi ini diharapkan menciptakan efisiensi supply chain sehingga akan menyelesaikan kelangkaan barang di berbagai daerah, menurunkan disparitas harga barang dan menurunkan inflasi, serta akan membuka peluang kerja yang lebih banyak.

"Paket deregulasi dan debirokratisasi Kementerian Perdagangan meliputi ekspor dan impor dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing di sektor industri yang mencakup pengadaan impor bahan baku untuk keperluan industri dan kelancaran arus barang, serta membuka peluang bisnis yang lebih luas," ujar Thomas, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Selama ini, dirinya menambahkan, beban regulasi dan birokrasi menjadi kendala utama efisiensi perdagangan dalam memenuhi kebutuhan industri, konsumsi, dan ekspor. Untuk ekspor saja terdapat 53 peraturan yang mencakup 2.278 jenis barang. Sedangkan untuk impor terdapat 79 peraturan yang mengatur 11.534 jenis barang sehingga sangat besar intervensi regulasi dan birokrasi dalam kelancaran perdagangan.

Oleh karena itu, dalam kebijakan deregulasi ini Pemerintah memangkas peraturan, menyederhanakan berbagai perizinan, dan mengurangi persyaratan yang tidak relevan, serta menghilangkan pemeriksaan yang tidak diperlukan, yang selama ini ditetapkan oleh 15 kementerian/lembaga atau 18 unit penerbit perizinan.

"Deregulasi ini tidak berhenti karena masih akan terus berlanjut sampai ke peraturan dan perizinan tingkat daerah," lanjut dia.

Deregulasi juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dalam pelayanan perizinan telah diperkuat sistem Indonesia National Single Window (INSW) suatu pelayanan loket elektronik tunggal dalam penyelesaian proses ekspor impor, yang menerapkan prinsip single submission, single processing, dan single synchronous decision making yang juga akan berlaku dalam kegiatan ekspor impor di kawasan ASEAN.

Deregulasi di bidang ekspor akan dilakukan antara lain penghapusan kewajiban Verifikasi Surveyor (LS) pada ekspor kayu, beras, precursor nonfarmasi, migas dan bahan bakar lain. Juga diputuskan penghilangan pemeriksaan ganda ekspor CPO, ekspor produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian.

Sedangkan di bidang impor, deregulasi dilakukan dengan melakukan penghapusan kewajiban verifikasi surveyor (LS) pada impor besi/baja, BPO, penghapusan rekomendasi produk kehutanan, gula, TPT, STPP, besi/baja, barang berbasis sistem pendingin, beras, hortikultura, TPT batik dan motif batik, barang modal bukan baru, mesin multifungsi berwarna, garam industri, dan penyederhanaan persyaratan produk TPT, cengkeh, mutiara.

"Kemendag juga melakukan penghilangan HS produk kehutanan, kemudahan pengadaan bahan baku limbah non-B3, penundaan pembatalan/penghapusan/pencabutan untuk produk ban, produk SNI wajib/SPB, label, cakram optik, revisi peraturan API dan toko modern, serta penghapusan IT hortikultura dan produk tertentu," pungkasnya.


(AHL)

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente
Tottenham Hotspur 2017--2018

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente

1 hour Ago

Babak 16-besar Liga Champions 2017 -- 2018 akan terasa istimewa bagi striker Tottenham Hotspur …

BERITA LAINNYA
Video /