Temui Donald Trump, Ini Penjelasan Setnov

M Rodhi Aulia    •    13 September 2015 21:15 WIB
donald trump
Temui Donald Trump, Ini Penjelasan Setnov
Donald Trump bersama Petinggi DPR/Foto:CNN

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto akhirnya buka suara setelah pertemuannya dengan bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dinilai kontroversial. Setnov mengaku pertemuan itu tidak direncanakan. Pertemuan itu, kata dia, mendadak setelah mendapatkan undangan khusus dari Trump yang juga pengusaha sukses di Amerika Serikat.

Pertemuan itu berlangsung pada 2 September 2015 siang di Trump Plaza, New York, usai menghadiri Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-IV yang berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2015.

"Pada tanggal 2 (September), setelah rapat, karena ada rapat sangat penting pukul 15.00 waktu setempat, tentu saya lihat ada waktu kosong karena Donald Trump mengundang saya secara mendadak dan menghubungi saya. Tentu saya berpikir ini saat yang tepat untuk bisa menjelaskan, sehingga bisa mengajak teman-teman untuk bisa datang ke sana," kata Setya dalam Program Primetime News Metro TV, Minggu (13/9/2015).

Pukul 13.00 waktu setempat, Setnov dan rombongan tiba di gedung Trump Plaza dan langsung menuju lantai 26. Setya berujar, pada awal pertemuan Donald Trump merasa terpesona dan memuji kedatangannya karena berasal dari sebuah negara yang mayoritas memeluk agama Islam dan terbesar di dunia. Akan tetapi, dalam pertemuan 30 menit itu, pembicaraan lebih banyak terkait rencana Trump berinvestasi di Indonesia.

"Saya memberi keyakinan kepada Donald Trump karena dia ingin berinvestasi dalam beberapa properti. Seperti hotel berbintang 6 yang akan menjadi hotel terbesar di Asia. Tentu saya memberikan apresiasi penuh dan saya menjamin bahwa Indonesia dalam keadaan aman dan tenteram, karena ada beberapa pertanyaan mengenai masalah peraturan (berinvestasi) yang ada di Indonesia," terang dia.

Setnov merasa berkewajiban meyakinkan dan menjelaskan kepada Donald Trump agar bisa berinvestasi. Karena itu masuk sebagai salah satu tugas parlemen. DPR, kata dia, tidak hanya menjalankan tugas budgeting, legislasi dan pengawasan semata, tapi juga melakukan diplomasi politik dan ekonomi. Mengingat kondisi perekonomian Indonesia dan global yang tengah memburuk.

"Kita harus menjelaskan, bergandengan tangan dengan pemerintah untuk menarik investor sebanyak-banyaknya. Alhamdulilah setelah saya ketemu Donald Trump saya diundang banyak pihak," ujar dia.

"Ini saatnya kita menarik investor sebanyak-banyaknya. Bukan hanya Amerika, tetapi Jepang, Tiongkok dan lain-lain. Karena saat sekarang mulai berpikir ke depan jangan sampai kejadian seperti 1998 terulang," tandas dia.

Ketika menghadiri konferensi pers Donald Trump, Setnov menambahkan, dirinya tidak sengaja mengikuti acara tersebut. Pasalnya, saat hendak pamit pulang, ia bersama rombongan malah terjebak oleh kerumunan para pegawai Donald Trump dan para wartawan setempat.

Namun sebelumnya, ia mengaku juga sempat diajak Trump untuk hadir dalam konferensi pers tersebut. Kemudian, Setnov berkilah dengan budaya timur yang dianutnya, lantas ia terpaksa menerima ajakan tersebut.

"Saya enggak menyangka, begitu dia melihat saya lalu saya ditarik ke podium, dan (Donald Trump) menyampaikan ini adalah ketua DPR di Indonesia dan saya katakan iya, karena saya memang ketua DPR. Kalau Donald Trump bilang Setya Novanto, bla, bla, saya persilakan. Saya maklumi," ujar dia tanpa merinci.

Dengan demikian, Setnov membantah sudah melakukan pelanggaran kode etik sebagaimana yang dituduhkan sejumlah anggota DPR. Setnov menegaskan konferensi pers tersebut bukanlah bagian dari kampanye politik walau sejumlah alat peraga kampanye tampak jelas saat konferensi pers tersebut.


(AZF)

Antonio Conte Balas Sindiran Keras Mourinho
Liga Champions 2017 -- 2018

Antonio Conte Balas Sindiran Keras Mourinho

9 hours Ago

Conte merasa Mourinho masih sering memperhatikan apa yang terjadi di Chelsea. Untuk itu, ia mem…

BERITA LAINNYA
Video /