Dirjen Bea Cukai Fokus Putus Rantai Penyelundupan Narkoba di Pelabuhan

Ilham wibowo    •    14 September 2015 16:00 WIB
sabu
Dirjen Bea Cukai Fokus Putus Rantai Penyelundupan Narkoba di Pelabuhan
15 tersangka penyelundup sabu dengan berat total 57,701 kilogram ditangkap--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Heru Pambudi bertekad memutus rantai penyelundupan narkotika di pelabuhan, baik pelabuhan resmi maupun tidak resmi.

"Bea Cukai ada dua fokus. Pertama, pelabuhan laut (resmi). Kedua pelabuhan tidak resmi," tutur Heru di Auditorium Sabang, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta Timur, Senin (14/9/2015)

Penyelundupan narkoba tidak lagi melalui jalur udara. Saat ini penyelundupan melalui pelabuhan dengan berbagai macam modus operandi banyak dilakukan para pelakunya.

"Penyeludupan narkoba pada umumnya diseludupkan melalui bandar udara. Tapi sekarang sudah masuk melalui luar bandar udara," ucapnya.

Heru mengatakan untuk pelabuhan laut resmi pihaknya akan fokus pada kedatangan cargo. Sementara untuk pelabuhan tidak resmi akan dilakukan hal yang sama, yaitu pemeriksaan kedatangan barang di semua titik rawan penyelundupan.

"Untuk pelabuhan laut kami fokus di cargo. Kedua di pelabuhan tidak resmi kami seperti yang kita tangkap kemarin di daerah Tanjung Balai Asahan, kami tangkap dari nelayan. Artinya apa, penting untuk fokus semua titik. Baik laut di pelabuh resmi atau pelabuhan-pelabuhan itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Heru mengatakan untuk memperkuat barisan pengamanan dari penyelundupan barang impor, Dirjen Bea Cukai menambah armada laut. "Kami punya 200 lebih kapal patroli, tahun ini 2 kapal ukuran 60 meter, 4 kapal ukuran 38 meter ditambah untuk mengamankan daerah pesisir terutama daerah Selat Malaka," ucapnya.

Sebelumnya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Bandar Lampung bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil digagalkan 57,701 kilogram sabu di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.


(YDH)

Video /