Mengenal Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia ke-29

Intan fauzi    •    14 September 2015 22:14 WIB
politik australia
Mengenal Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia ke-29
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Foto: AP/Andrew Taylor.

Metrotvnews.com, Australia: Mantan Menteri Komunikasi Australia Malcolm Turnbull terpilih menjadi Perdana Menteri Australia setelah berhasil mengalahkan Perdana Menteri sebelumnya Tony Abott dalam pemilihan internal Partai Liberal.

Partai Liberal yang dinilai konservatif bertolak belakang dengan ideologi yang dimiliki oleh Turnbull. Turnbull mendukung pernikahan sesama jenis dan isu perubahan iklim. 

Pandangan Turnbull tak disukai anggota partai sayap kanan. Meski demikian, Turnbull memang digadang-gadangkan sebagai lawan yang kuat untuk menggeser Tony Abbot.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan oleh Ipsos Australia, hingga akhir Agustus 2015, menunjukkan bahwa Turnbull orang yang paling tepat untuk memimpin Partai Liberal dan menjadi perdana menteri dibandingkan Tony Abott dan Menteri Luar Negeri Julie Bishop.

Pengacara dan Pengusaha

Turnbull yang merupakan mantan pengacara dan juga pengusaha sukses itu kini menjadi politikus terkaya di Australia. Ia beberapa kali memasuki jajaran 200 pengusaha terkaya dalam Business Review Weekly Rich.

Turnbull tumbuh dan berkembang di lingkungan Vaucluse dan Double Bay, Sidney. Ia merupakan sarjana hukum lulusan University of Sidney yang kemudian melanjutkan pendidikan ke Oxford University, Inggris.

Sebelum menjadi pengacara, Turnbull merupakan seorang jurnalis. Ia pernah bekerja di surat kabar The Sunday Times di Inggris.

Salah satu pencapaian Turnbull sebagai pengacara saat ia membela mantan mata-mata Inggris, Peter Wright, dalam kasus Spycatcher pada tahun 1980. Saat itu, Wright menulis sebuah riwayat singkat tentang perjalanannya di Ml5 dan pemerintahan Inggris sempat melarang publikasinya di UK. Namun, Turnbull berhasil membalikkan keadaan tersebut.

Pada tahun 1990, Turnbull beralih menjadi seorang pengusaha di bidang teknologi dan menjadi salah satu penemu layanan internet provider terbesar di Australia saat itu, OzEmail.

Tidak Disukai oleh Partainya

2004, Turnbull terpilih menjadi anggota parlemen untuk Wentworth. Popularitas Turnbull terus berkembang pesat di parlemen maupun partai. Pada masa pemerintahan John Howard, Ia terpilih untuk menjabat Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air sebelum partainya takluk oleh Partai Buruh pada tahun 2007.

Mulai tahun 2008, popularitas Turnbull mulai menurun diakibatkan pandangannya tentang isu perubahan iklim dan skema perdagangan emisi.

Kredibilitasnya juga rusak ketika Turnbull diserang Kevin Rudd yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Australia terkait sebuah email yang mengindikasikan tindak pidana korupsi yang ternyata diketahui telah dipalsukan.

Dalam perannya baru-baru ini sebagai Menteri Komunikasi, Turnbull mendapatkan pujian atas kinerjanya dan pemahamannya soal kebijakan publik. Keahliannya dalam berpidato dan debat pun mumpuni.

Dosen Politik University of Sydney, Peter John Chen, mengatakan Turnbull memiliki keunggulan untuk memimpin tapi tidak disukai oleh partainya. 

"Sebab Ia cenderung ke kiri, sedangkan partainya bergerak ke kanan," jelas Chen seperti dikutip dari bbc.com.


(DRI)