JK Lepas Kepergian Jenazah Ali Wardhana

Suci Sedya Utami    •    15 September 2015 10:09 WIB
jusuf kallakementerian keuangan
JK Lepas Kepergian Jenazah Ali Wardhana
Wapres Jusuf Kalla saat melayat mantan Menkeu Ali Wardhana. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla turut melepas kepergian Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Ali Wardhana di rumah duka Jalan Patra Kuningan XV nomor 6, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

JK yang tiba di rumah duka pukul 09.00 WIB menggunakan batik lengan panjang pun turut  ikut shalat jenazah. Namun, JK tak ikut ke pemakaman. Rencananya, jenazah Ali akan dimakamkan secara militer di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kursir, Jakarta Selatan. Pelepasan jenazah dilakukan pukul 09.45 WIB menuju pemakaman.

Selain Kalla, terlihat hadir mantan Presiden B.J Habibie di rumah duka. Habibie tiba kurang lebih lima menit setelah Kalla tiba. Hadir pula sejumlah pejabat di rumah duka, di antaranya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

Di samping itu, tampak Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dan mantan Menteri Perhubungan Emil Salim melayat di rumah duka. Ali Wardhana menghembuskan nafas terakhir Senin (14/9/2015) pukul 15.30 WIB. Ali wafat pada usianya yang ke 87 tahun. Selama hidupnya, Ali pernah menjabat menteri keuangan selama 15 tahun (1968-1983).

Jenazah Ali akan dimakamkan pada hari ini. Ali Wardhana lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 6 Mei 1928. Ia dikaruniai empat anak. Istri Ali, Rendasih Ali Wardhana binti Sulaeman Sukantabrata atau Renny, meninggal di Jakarta pada 8 September 2000.

Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, Ali juga pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan (1983-1988). Ia adalah salah satu sosok yang didengar sebagai penasihat ekonomi Soeharto.

Ali pernah meyakinkan Soeharto untuk menutup bea dan cukai pada 1985 dengan alasan biaya tinggi di pelabuhan. Penutupan bea dan cukai diharapkan dapat melancarkan arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Ali, bersama menteri keuangan kala itu, Radius Prawiro, juga pernah melakukan kebijakan mendevaluasi nilai rupiah terhadap dolar AS hingga 45 persen. Nilai tukar rupiah yang kala itu Rp1.134 melemah menjadi Rp1.644 per USD.

Belum lama ini, gagasan-gagasan Ali Wardhana yang disunting oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, dibukukan dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Buku berjudul A Tribute to Ali Wardhana itu berisi 15 pidato di forum Bank Dunia dan IMF, empat makalah yang pernah ditulis, dan pandangan dari 16 kolega Ali.

Buku tersebut akan dipamerkan pada Pameran Buku Frankfurt, Jerman, 7-11 Oktober 2015. Banyak pemikiran Ali Wardhana yang relevan terhadap persoalan ekonomi terkini.

Dalam makalah berjudul "Penyesuaian Struktur di Indonesia: Ekspor dan Ekonomi Biaya Tinggi", Ali telah memitigasi sejumlah persoalan di bidang ekspor. Saat itu, dunia mengenal Indonesia sebagai negara yang menikmati keuntungan besar sebagai pengekspor bahan mentah.

Namun, Ali telah mengingatkan bahwa hal itu tidak bisa diandalkan karena tidak akan berkelanjutan. Oleh karena itu, Ali menegaskan pentingnya diversifikasi ekspor. Sektor dikembangkan dan harus beragam. Paling tidak, yang potensial adalah pertanian dan manufaktur.


(AHL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /