Politikus PDIP: 435 Kasus Pertanahan Mangkrak

Achmad Zulfikar Fazli    •    15 September 2015 12:56 WIB
sengketa tanah
Politikus PDIP: 435 Kasus Pertanahan Mangkrak
Politikus PDIP Arif Wibowo,--Foto: Antara/Ismar Patrizki

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 435 laporan kasus pertanahan telah diterima Fraksi PDI Perjuangan di DPR. Jumlah itu diterima sejak periode 2009-2014 hingga saat ini. Tidak ada satupun dari laporan tersebut yang berhasil diselesaikan pemerintah.

"Sepanjang periode kemarin saya yang menjadi Wakil Ketua Panwas Konflik (Pertanahan). Menurut hemat saya belum ada satupun yang diselesaikan," kata anggota DPR Fraksi PDIP Arif Wibowo dalam diskusi evaluasi satu tahun Kementerian Agraria dan Tata Ruang di Ruang Rapat Banggar, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).

Arif menantang pihak-pihak yang pernah mengklaim telah berhasil mengatasi kasus konflik pertanahan menunjukan buktinya.

"Kalau Menteri Agraria dan Tata Ruang mengatakan sudah 30 persen (teratasi), pertanyaannya cukup singkat, kasusnya apa dan di mana?" tegas dia.

Sebab, kata dia, selama ini PDI Perjuangan sangan serius mengawal kasus konflik pertanahan ini. Belum ada satupun yang berhasil diatasi.

"Karena kita cukup konsen dengan kasus pertanahan. Sekitar 435 laporan kasus tentang pertanahan kepada PDI Perjuangan dan belum satupun terselesaikan," kata dia.

Ia meminta agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang dapat menjalankan program-program pokok yang dapat menyelesaikan permasalahan konflik pertanahan ini. Sebab, kasus ini merupakan hal penting untuk dapat diselesaikan.

"Kami minta kepada Kementerian Agraria melakukan program yang pokok untuk menyelesaikan masalah konflik yang terstruktur, sistematis dan masif ini. Kita sudah berkali-kali menyampaikan program pokok ini kepada pak Menteri (Agraria dan Tata Ruang)," tegas dia.


(MBM)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

14 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /