Terlalu Banyak Impor Bikin Rupiah Tembus Rp14.000/USD

Mufti Sholih    •    15 September 2015 15:18 WIB
rupiah melemah
Terlalu Banyak Impor Bikin Rupiah Tembus Rp14.000/USD
Presiden Jokowi. FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia sedang menghadapi tantangan ekonomi sebagai akibat melemahnya perekonomian global.

Namun demikian, tekanan ekonomi tidak hanya dialami oleh negara Indonesia saja, tapi juga negara-negara lain. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh di atas banyak negara kendati nilai tukar rupiah terhadap USD saat ini berada di level Rp14.300 per USD.

"Sekarang kisaran Rp14.000. Tapi ingat, 1998 dari Rp1.800 loncat jadi Rp15.000," ucap Jokowi ketika berbicara di hadapan diaspora Indonesia yang berada di Qatar pada Senin malam 14 September 2015 di Wisma Duta, Doha Qatar, atau Selasa (15/9/2015).

Jokowi menjelaskan mengapa nilai tukar rupiah dapat menembus kisaran Rp14.000 per USD. Selain dipengaruhi kondisi perekonomian global, faktor lainnya adalah karena Indonesia terlalu banyak mengimpor.

"Oleh karenanya, yang kita kejar saat ini adalah subsitusi dari barang impor," ujar Presiden.

Barang-barang impor itu tidak melulu barang elektronik, tetapi juga tidak sedikit sayuran yang masih perlu diimpor seperti jagung, bawang merah, termasuk gula dan garam pun.

Seandainya Indonesia tidak perlu mengimpor barang-barang itu, nilai tukar rupiah tidak akan melemah seperti saat ini. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya melakukan transformasi dari sektor konsumsi ke sektor produksi, sehingga akan terjadi penguatan di sektor produksi, seperti peningkatan produksi beras, kedelai, jagung, gula dan daging, meski semuanya memerlukan waktu.

"Menteri pertanian saya perintahkan untuk urusan beras, kedelai, jagung dalam tiga tahun, gula lima tahun, daging memerlukan waktu lebih dari lima tahun," ucap Presiden.

Hal lainnya yang menjadi perhatian pemerintah adalah masalah infrastruktur. "Misalnya jalan tol transSumatera, kalau tidak segera mulai, bila ditunda akan semakin mahal harganya, nanti pembebasan lahan menjadi mahal," kata Presiden.

Pemerintah tidak akan mengulur waktu untuk segera mulai pembangunan di bidang infrastruktur, seperi jalur kereta api di Sulawesi akhir bulan ini dimulai dan semester kedua tahun depan akan dimulai pembangunan di Papua.


(AHL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /