Jangan Salahkan Panwas Kalau Bubarkan Kampanye

Pythag Kurniati    •    15 September 2015 15:51 WIB
pilkada serentak
Jangan Salahkan Panwas Kalau Bubarkan Kampanye
Ketua Panwas Kota Surakarta, Sri Sumantha saat menuturkan pelanggaran yang paling sering dilakukan paslon Wali Kota Surakarta. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Surakarta: Baru dua puluh hari berjalan, kampanye Pilkada Serentak Kota Surakarta, Jawa Tengah diwarnai berbagai jenis pelanggaran. Mulai dari pelanggaran surat izin kampanye hingga alat peraga kampanye (APK).

“Ada beberapa pelanggaran yang telah kita catat. Paling sering dilakukan yakni mengenai surat izin kegiatan kampanye,” tutur Ketua Panwas Kota Surakarta, Sri Sumantha di Surakarta, Selasa (15/9/2015).

Tim kampanye pasangan calon (paslon), ujar Sumantha, seharusnya mengirimkan izin kepolisian paling tidak tiga hari sebelum pelaksanaan kegiatan kampanye. Pada kenyataannya, tim kampanye paslon masih sering tidak menaati aturan tersebut. 

“Ada yang terlambat, bahkan ada kegiatan yang sama sekali tidak izin. Jangan salahkan kami jika nanti kami membubarkan kegiatan kampanye tanpa surat izin itu,” tegasnya.
 
Selain mengenai surat izin kegiatan kampanye, Sumantha mengatakan masih ada APK yang dipasang tidak sesuai aturan. Berdasarkan PKPU No 7 Tahun 2015, APK yang boleh dipasang hanya yang berasal dari KPU. 

"Tapi tadi saat kami menyusur, kami masih temukan stiker di kendaraan umum, spanduk, rontek (mini baliho) bergambar paslon di kampung-kampung,” tuturnya. APK tak sesuai aturan akan diturunkan paksa oleh tim penertiban gabungan.

Semua jenis pelanggaran yang dilakukan paslon, akan diumumkan ke masyarakat dan paslon pada 27 September 2015. Harapannya, tim kampanye paslon tidak akan mengulang pelanggaran lagi.

"Sebab waktu kampanye pilkada kali ini tak singkat, tiga bulan. Jadi jangan banyak lakukan pelanggaran,” tutur Sumantha.

Pilkada Kota Surakarta diikuti oleh dua paslon. Nomor urut 1, Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri diusung Koalisi Solo Bersama (Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, PPP, Partai Golkar dan PKS). Sedangkan paslon nomor urut 2, FX Hadi Rudyatmo-Purnomo maju diusung oleh partai tunggal, PDIP.


(SAN)