Voting pada Fit and Proper Test Capim KPK Disarankan Diubah

Yogi Bayu Aji    •    15 September 2015 19:03 WIB
capim kpk
Voting pada <i>Fit and Proper Test</i> Capim KPK Disarankan Diubah
Zainal Arifin Mochtar (kanan). Foto: Andika Wahyu/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada Zainal Arifin Mochtar menilai voting dalam fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi harus diubah. Pasalnya, voting one man five vote yang diberlakukan sejauh ini dinilai tidak efektif.

"Paling tidak one man one vote," kata Zainal dalam diskusi di D'Consulate Cafe, Epicentrum Walk, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

Menurut dia, saat ini seorang anggota Komisi III diberikan kesempatan memilih lima dari sepuluh calon pimpinan yang ada. Jika jumlah anggota Komisi III 55 anggota, seorang capim hanya perlu 28 suara untuk jadi pimpinan KPK.

"Kalau one man five vote cuma perlu 28 suara untuk terpilih. 28 orang sepakat nama yang sama, pemilihan selesai. Cuma butuh 3-4 fraksi," jelas dia.

Dia menilai sebaiknya skema ini diganti dengan one man one vote. Hal ini guna menjamin keseimbangan antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat.

"Koalisi terbesar bisa selamatkan tiga nama, sisanya dua nama," tegas dia.


(KRI)


Vietnam Juara Piala AFF 2018

Vietnam Juara Piala AFF 2018

1 day Ago

Vietnam sukses menekuk Malaysia 1-0 di lek kedua Final Piala AFF 2018. Hasil ini memastikan Vie…

BERITA LAINNYA
Video /