IKAPPI: Tindak Tegas Kartel Daging

Anggitondi Martaon    •    15 September 2015 22:26 WIB
daging sapi
IKAPPI: Tindak Tegas Kartel Daging
Ilustrasi sapi potong. (MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menindak tegas ke-32 perusahaan penggemukan sapi (feedloter) impor yang menjadi penyebab tingginya harga daging di pasaran.

"Tindak tegas. Kami berharap KPPU dapat membuktikan adanya dugaan kartel," kata Abdullah dalam pesan tertulis, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Dia berharap dengan diusutnya kasus dugaan kartel terhadap ke-32 perusahaan tersebut dapat memberikan pelajaran bagi feedlotter dan‎ pelaku usaha lainya.

"Dan meminta agar ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak," harapnya.

Selain itu, Abdullah mengungkapkan bahwa harga daging di pasaran sudah turun di kisaran Rp110 ribu per kilogram. Harga tersebut dirasa masih tinggi dan memberatkan masyarakat.

"Daging sapi selain stok sapi masih banyak dan sudah ada statemen tambahan impor, tetapi harga masih di kisaran Rp110 ribu. Kami harapkan harga daging bisa dibawah Rp100 ribu. Pemerintah harus melakukan upaya konkrit," ungkapnya.

Tidak hanya daging, lanjut Abdullah, harga bahan pokok lainya seperti cabai dan beras masih tinggi walau sudah melewati masa panen.

"Turun tetapi masih tinggi. Padahal sudah panen raya. Cabai masih tinggi, masih di kisaran Rp70 ribu. Beras juga relatif masih tinggi padahal sudah panen raya di beberapa daerah," tukasnya.‎


(MEL)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /