Rupiah Melemah, Bos BEI Minta Pemerintah Bikin Protokol Krisis

Dian Ihsan Siregar    •    16 September 2015 16:58 WIB
rupiah melemah
Rupiah Melemah, Bos BEI Minta Pemerintah Bikin Protokol Krisis
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

‎Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menginginkan ada protokol krisis dalam meredam pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) yang saat ini semakin merosot tajam. Diharapkan, pemerintah bersegera membuat protokol krisis tersebut.

"Ada tingkatan kepercayaan. Selain itu, ada protokol krisis yang jelas dari pemerintah," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ketika ditemui‎ di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Dirinya berharap protokol krisis benar-benar hadir. Bahkan, protokol krisis diharapkan memiliki payung hukum yang jelas berupa Peraturan Pemerintah (PP). Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, harus ada tanggung jawab dan kerja keras yang dilakukan pemerintahan untuk meredam persoalan.

"Harapkan bentuk PP agar jelas. Jadi harus ada. Mau tidak mau kerja keras pemerintah. Moneter, fiskal untuk menguatkan lagi rupiah," jelas dia.

Lebih lanjut ia meminta agar tidak hanya Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang mengawasi moneter dan fiskal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan juga turut serta menyelesaikan persoalan yang tengah terjadi sekarang ini. "Ada tiga ketua eksekutif di sana. Libatkan ini dalam satu dengan moneter, fiskal dan BI," pungkasnya.



(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

18 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /