Butuh Komitmen Kembangkan Akses Perbankan Digital

Arif Wicaksono    •    17 September 2015 13:33 WIB
perbankan
Butuh Komitmen Kembangkan Akses Perbankan Digital
Ilustrasi. FOTOANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jenewa: Butuh komitmen bersama untuk mengembangkan akses masyarakat terhadap perbankan melalui sistem digital. Hal ini karena  pemberi layanan pembayaran masih mengalami kesulitan dalam meluncurkan dan mendapatkan skala yang tepat bagi layanan terhadap mereka yang belum memiliki akses perbankan. 

Jenderal  ITU Houlin Zhao mengatakan hal ini menjadi perhatian penting karena beberapa negara berusaha meningkatkan akses terhadap layanan keuangan dasar bagi masyarakat miskin.  Termasuk Indonesia, yang baru-baru ini mengimplementasikan peraturan baru baik dalam hal mobile money maupun branchless banking.  

“Sekalipun Indonesia memiliki penetrasi telepon seluler yang tinggi serta  kerja keras dua otoritas keuangan baik Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang secara aktif berusaha meningkatkan inklusi keuangan, tetap saja potensi LKD masih hampir belum tersentuh di mana hanya 0,4 persen dari populasi orang dewasanya memiliki rekening mobile,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (17/9/2015). 

Untuk menjembatani itu ITU focus group  di bidang layanan keuangan digital (LKD) bagi keuangan inklusif sedang mempersiapkan pertemuan global ke Tiga kalinya untuk membicarakan  bagaimana telekomunikasi internasional dan komunitas layanan keuangan dapat bekerja sama untuk menjawab salah satu tantangan dibidang sosial dan ekonomi, yaitu akses terhadap layanan keuangan formal bagi dua miliar masyarakat miskin dunia. 

Sacha Polverini, Chairman dari Focus Group dan Pejabat Senior untuk program di Bill & Melinda Gates Foundation menambahkan  potensi ini sangat besar dengan pesatnya pertumbuhan jaringan seluler dan penggunaan telepon bergerak.

“Sebagian besar transaksi tunai akan dapat dialihkan menjadi transaksi digital”, ditambahkan dia.

Padahal, sistem pembayaran digital dapat mengurangi biaya transaksi hingga 90 persen. Hal  ini memberikan lembaga keuangan, operator jaringan seluler dan provider berbagai layanan baru lainnya kemampuan untuk menciptakan inovasi dalam layanan keuangan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin. 

 


(SAW)

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar
Neymar ke PSG

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar

31 minutes Ago

Bahkan PSG harus bertanggung jawab atas kompensasi Neymar ke Barcelona…

BERITA LAINNYA
Video /