Film Pendek Thailand 'Lalin' Sindir Fenomena Kecanduan Medsos

Rosa Anggreati    •    17 September 2015 19:34 WIB
film thailand
Film Pendek Thailand 'Lalin' Sindir Fenomena Kecanduan Medsos
Film pendek Lalin (Foto:YouTube)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa tahun terakhir, media sosial (medsos) terasa bagai candu bagi sebagian besar masyarakat. Tak cuma di kota modern, pengaruhnya sudah terasa hingga ke pelosok provinsi.

Adalah sebuah pemandangan lazim ketika kita melihat orang-orang di satu tempat sibuk berkutat dengan gadget di tangan masing-masing. Entah meng-update status di Facebook, Twitter, Instagram, atau sekadar ber-haha-hihi di Whatsapp, Line, BBM, dan lainnya.

Dibandingkan berkomunikasi dengan orang di sebelahnya, ada kalanya kita lebih senang berinteraksi di media sosial. Sebuah like dan komentar followers atas postingan di media sosial, membuat kita bersorak gembira.



Fenomena ini dijadikan tema sebuah film pendek komersial di Thailand. Berjudul Lalin, video berdurasi 14 menit, 36 detik itu berusaha menggugah kesadaran orang untuk tak memfokuskan hidup hanya di dunia maya.

Sesuai judulnya, film komersial yang dirilis Pornkasem Beauty Clinic ini mengangkat kisah tentang seorang gadis bernama Lalin. Ketika masih SMA, Lalin dijauhi temannya dan menjadi korban bully.

Ketika lulus, dia memutuskan pindah ke Jepang. Sebuah negara di mana tak ada seorang pun yang mengenalnya. Sebuah tempat untuk memulai hidup baru.

Lalin suka tinggal di Negeri Sakura karena di sana dia bebas mengenakan masker yang menutupi area mulut hingga hidungnya. Tak ada orang yang memandang aneh padanya karena penggunaan masker di Jepang adalah hal lumrah.



Kemudian, Lalin merintis kehidupan baru di dunia yang tak nyata. Nama Lalin memiliki arti "bulan." Dia menggunakan nama akun Lalinmoon untuk menjalin pertemanan via Facebook dan Instagram.

Namun, Lalin melakukan 'pembohongan publik.' Sebelum mengunggah foto di media sosial, dia mengedit wajahnya menjadi tampak putih, mulus, dan tentu saja, cantik.

"Thai Net Idol in Japan," demikian followersnya di Instagram memberi julukan. Namun, semua kebahagiaan semu di dunia maya itu berubah seketika ketika Lalin berkenalan dengan seorang pria, Nut.

Perkenalan dengan Nut menyadarkan Lalin, bahwa masih ada yang lebih penting dibandingkan semua ketenaran, puji dan sanjung di media sosial, yakni interaksi sesungguhnya di dunia nyata.



Menonton film pendek Lalin, menggugah orang-orang muda di Thailand untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka di media sosial.

Beberapa orang yang meninggalkan jejak komentar di laman YouTube, sebagian memuji kreativitas dan ide yang dihadirkan di film pendek Lalin. Namun, tak sedikit  yang mengkritik penayangan logo klinik kecantikan pada bagian akhir film.

"Menit 14:32 momen di mana kamu menyadari bahwa keseluruhan video ini hanya iklan," komentar Mustapha Benalouane.

Walau begitu, Lalin mendapat komentar positif dari sutradara Joko Anwar. Dia memuji film ini.
 


(ROS)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /