Pemerasan TKI, Pihak Terkait Diminta Tak Lempar Tanggung Jawab

Anggitondi Martaon    •    18 September 2015 09:08 WIB
tki
Pemerasan TKI, Pihak Terkait Diminta Tak Lempar Tanggung Jawab
ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta kasus pelanggaran yang merugikan calon tenaga kerja dan TKI di luar negeri segera diusut. Dia meminta pihak terkait tidak saling melempar tanggung jawab.

"Menteri Hanif bilang ini wewenang Nusron, nah saya tanya ini ke Nusron wewenang kementerian, pusing saya melihatnya," kata Irma di gedung DPR RI komplek Parlemen, Senayan, Kamis (17/9/2015).

Dalam rapat dengar pendapat yang dilakukan Komisi IX, kepala BNP2TKI Nusron Wahid membenarkan dua kasus penipuan yang sering dialami oleh calon tenaga kerja atau TKI di luar negeri. Hal itu juga sudah disampaikan ke Kementerian Ketenagakerjaan.

"Ya memang seperti itu kejadianya, dia (Nusron) sudah mengirim surat ke Kemenaker untuk bisa menindaklanjuti hal-hal yang kayak gini," ungkap Irma.

Baru-baru ini terungkap kasus pemerasan yang dialami TKI di Singapura. Pahlawan devisa tersebut hanya menerima gaji 50-100 dolar Singapur. Padahal gaji mereka setiap bulan 400-500 dolar singapur.

Pemotongan gaji tersebut terjadi selama delapan bulan kerja. Diduga, pemotongan itu kesalahan PJTKI yang kini berganti nama menjadi PPTKIS (Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta)

Tidak hanya itu, PJTKI juga diduga memperjualbelikan formulir akad perjanjian kepada calon TKI/TKW hingga jutaan rupiah. Formulir perjanjian penting, sebagai prasyarat TKI yang akan bekerja.


(REN)


Video /