Babak Baru Sengketa Pilkada Surabaya

Amaluddin    •    18 September 2015 12:47 WIB
pilkada serentak
Babak Baru Sengketa Pilkada Surabaya
Bakal calon Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini-Wishnu Sakti Buana dan Rasiyo-Lucy Kurniasari (Antara/Herma-Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Sengketa Pilkada Surabaya 2015 yang dilaporkan Koalisi Majapahit terkait diloloskannya Rasiyo sebagai calon Wali Kota Surabaya akhirnya mendapatkan respons dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

"Sebagaimana peraturan Bawaslu, kami harus menyelesaikan sengketa selama lima hari setelah pengajuan sengketa. Saya belum bisa berkomentar mengenai hasilnya, karena kami belum melakukan kajian," ujar Ketua Panwaslu Surabaya, Wahyu Hariyadi, dihubungi di Surabaya, Jumat (18/9/2015).

Wahyu menegaskan, hasil kajian klarifikasi pelapor, saksi, terlapor, dan bukti-bukti sengketa masih akan diplenokan oleh Panwaslu Kota Surabaya secara internal untuk menilai pelanggaran. "Serta menentukan apakah pelanggaran itu termasuk jenis pelanggaran administrasi, kode etik, atau pidana," katanya.

Sebelumnya, Koalisi Majapahit melaporkan keabsahan pendaftaran Rasiyo. Rasiyo dinilai tidak boleh mendaftarkan lagi, berdasarkan PKPU 12/2015, oleh KPU Kota Surabaya.

Laporan Koalisi Majapahit bernomor 002/LP/Panwas-SBY/IX/2015 diterima Panwaslu Kota Surabaya, Senin 14 September 2015 lalu. Panwaslu merespons laporan ini dengan melakukan pemanggilan pihak-pihak bersangkutan Kamis (17/9/2015) malam.

Di antaranya, AH Thony Ketua Pokja Koalisi Majapahit sebagai pelapor sengketa. Panwaslu Kota Surabaya juga memanggil dua orang saksi dan Komisioner KPU Kota Surabaya sebagai terlapor dalam sengketa, yakni Bagiyon Wakil Sekretaris I DPC Gerindra Kota Surabaya selaku saksi ahli, serta Zainal Alim Wakil Sekretaris II DPC Gerindra Kota Surabaya sebagai saksi.

Sementara, dari KPU Kota Surabaya yang menghadiri panggilan Panwaslu antara lain Robiyan Arifin Ketua KPU Kota Surabaya dan tiga orang komisioner lainnya, yakni Nur Syamsi, Purnomo Satriyo Pringgodigdo, dan Miftakhul Gufron.

Kesaksian Pencalonan Rasiyo

Panwaslu melakukan klarifikasi terhadap semua komponen materiil pengajuan sengketa. Baik pelapor, terlapor, saksi, dan bukti-bukti yang telah diterima Panwaslu.

Zainal Alim, salah satu saksi yang dipanggil oleh Panwaslu mengatakan, proses klarifikasi itu berlangsung kurang lebih satu jam.

"Kurang lebih 20 pertanyaan. Pertanyaannya berkaitan pengetahuan tentang proses Pilwali Surabaya, lalu tentang kesaksian tentang pendaftaran Rasiyo-Lucy Kurniasari," ujarnya.

Zainal membeberkan kesaksiannya pada Anggota Panwaslu Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran bahwa dirinya hadir dan menyaksikan sendiri pendaftaran Rasiyo-Lucy yang diterima KPU pada 8 September lalu.

Sementara Bagiyon, kata Zainal, menjadi saksi ahli terkait kejanggalan-kejanggalan regulasi perpanjangan pendaftaran Paslon berdasarkan Surat Edaran (SE) 443/KPU/VIII/2015 yang diterbitkan oleh KPU RI.

SE tersebut yang kemudian menjadi dasar pembukaan kembali pendaftaran pasangan calon dan menyatakan Rasiyo bisa dicalonkan kembali.

Padahal sebelumnya, KPU Kota Surabaya telah menyatakan sebaliknya, bahwa Rasiyo tidak bisa dicalonkan kembali berdasarkan pasal 89A PKPU 12 Tahun 2015.

Mengenai pemanggilan ini, Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin, memilih tidak baerkomentar. Dia mengatakan biasa-biasa saja dan belum akan berkomentar mengenai hal ini. "Biasa saja, tidak ada komentar," katanya.


(SAN)